Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kembali menyalurkan bantuan logistik untuk penanganan pascabencana gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikumpulkan dari kabupaten/kota se-Bali.
“Kebutuhan yang paling mendesak di sana itu konsumsi makanan, ada pakaian, obat-obatan, dan berbagai jenis kebutuhan sehari-hari yang diperlukan oleh para korban," kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Senin.
Pada pengiriman tahap lanjutan ini, dibantu Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya, Pemprov Bali mengirim bantuan menggunakan sembilan armada truk berisi bahan pokok untuk melintasi jalur darat dan laut menuju posko penerimaan bantuan di Labuan Bajo, NTT.
Koster menjelaskan aksi kemanusiaan ini dilaksanakan secara terpadu mengatasnamakan Provinsi Bali.
"Kita berbagi rasa terhadap saudara kita di NTT yang sedang mengalami musibah bencana alam yang tentu saja berdampak sangat berat bagi kehidupan masyarakat di sana, kita bisa merasakannya, apalagi medannya begitu sulit," ujar Koster.
Adapun bantuan logistik yang dikirimkan mencakup beras, mi instan, air mineral, biskuit, suplemen, hingga bumbu dapur.
Selain kebutuhan pangan, Pemprov Bali juga masih menempatkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang terdiri atas dokter dan perawat guna mendukung penanganan medis di kawasan terdampak gempa bumi.
Aksi pengiriman bantuan logistik ini sendiri merupakan bantuan tahap lanjutan setelah sebelumnya Gubernur Bali bersama Gubernur NTB melawat langsung ke lokasi bencana dan menyerahkan bantuan awal Rp1 miliar.
Koster menegaskan komunikasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah setempat.
"Nanti kita lihat perkembangannya di sana, saya selalu koordinasi sama Pak Gubernur NTT," ucap Gubernur Bali.
Melihat respons positif penggalangan bantuan di lingkup pemerintah daerah, gubernur mengungkapkan ada peluang untuk melibatkan sektor swasta dalam aksi kemanusiaan serupa ke depan.
Menurutnya, potensi kepedulian dari lini swasta juga cukup besar untuk dioptimalkan.
"Ini dari pemerintahan yang digalang oleh Pak Danrem, dan terutama di Kota Denpasar oleh Pak Wali Kota, nanti kita galang juga yang swasta," kata dia.
Mengingat perjalanan armada pengangkut logistik membutuhkan waktu tempuh hingga tiga hari dua malam, Pemprov Bali meminta seluruh personel dan pengemudi mengutamakan keselamatan selama berlayar dan berkendara agar seluruh barang sampai dalam kondisi utuh.
Ia secara khusus juga memberikan uang saku operasional bagi masing-masing armada.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menambahkan untuk Pemerintah Kota Denpasar sendiri turut berkontribusi melalui aksi gotong royong ASN yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp700 juta.
"Dari Rp700 juta itu, sebanyak Rp150 juta kita ikutkan berupa sembako dulu, yang Rp550 juta rencana kami koordinasi langsung apakah itu berupa uang atau yang lain,” ujarnya.
Dari informasi yang dikumpulkan Pemkot Denpasar, selain kebutuhan makanan, masyarakat NTT juga membutuhkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah, sehingga mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar bantuan tepat sasaran.
Baca juga: Ivan Gunawan salurkan bantuan Rp250 juta untuk NTT melalui Baznas RI
Baca juga: BNPB: Hari ke-14 pengiriman bantuan korban gempa NTT masih berjalan
Baca juga: Kementerian PU perkuat layanan air bersih untuk pengungsi Pulau Flores
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































