Kemnaker libatkan industri kolaborasi tingkatkan kompetensi SDM

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melibatkan pengusaha atau sektor industri untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu, upaya ini merupakan sinergi antara Kemnaker bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

“Pentingnya kolaborasi ini, apa yang bisa diberikan kawan-kawan pengusaha, kepada kita sebagai regulator. Apa yang bisa kita percepat kerjasamanya, inilah pentingnya kita duduk bersama di sini,” ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan.

Wamenaker Noel pun meminta kalangan industri untuk memaparkan program-programnya dan hambatan yang dihadapi dalam menjalankan usaha di wilayahnya.

Ia meyakini hambatan atau kendala terkait regulasi tersebut dapat diselesaikan demi tercapainya hubungan industrial yang harmonis.

“Kita akan support jika ada kendala terkait regulasi yang dihadapi industri, karena kita tau bersama jika ada hal yang memberatkan akan mengganggu ekosistem ketenagakerjaan dan akan merugikan saudara kita para pekerja termasuk perusahaan dan di sinilah negara hadir dalam memberikan solusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menilai peluang kerja sama yang dapat dilakukan dengan Kemnaker dan Kemenpar di antaranya pelatihan pemberdayaan softskill bagi perempuan bidang pariwisata, rekrutmen kerja bagi perempuan di Indonesia dan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi perempuan di bidang pariwisata.

“Kami akan terus berusaha menyinergikan dan melihat kondisi faktual di lapangan. Kita punya program Ruang Bersama Indonesia (RBI) seperti ruang kolaborasi antar kementerian/lembaga/pemda bisa berpartisipasi membina keluarga hingga paling terkecil, tingkat keluarga,” ujar Veronica.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan ada tiga bidang yang dikuatkan untuk kolaborasi di Kemenpar, yakni gastronomi, wellness, dan wisata maritim.

Kemenpar juga berharap dapat kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Bekasi, Medan dan Lombok Timur.

“Kita harap bisa kolaborasi pelatihan instruktur pelatihan berbasis kompetensi (PBK) bidang pariwisata, dan kolaborasi dengan Direktorat Bina Instruktur dan tenaga pelatihan dalam pelatihan instruktur PBK,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat, Benny Tunggul berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelaku usaha UMKM untuk menggelar pameran di daerah-daerah kawasan industri.

Ia menilai tingginya animo pelaku UMKM untuk membangun wirausaha baru, akan memudahkan pihaknya untuk melatih mereka dalam personal branding dan marketing.

Baca juga: Apa itu one month notice di dunia kerja? Ini penjelasan lengkapnya

Baca juga: Menaker akan perkuat pelatihan dan penempatan kerja bagi disabilitas

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |