Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketengakerjaan (Kemnaker) memperkuat kolaborasinya dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang mengintegrasikan program ketenagakerjaan dengan kesejahteraan sosial agar tak berjalan terpisah.
“Kolaborasi integrasi Kemnaker, Kemensos, dan DNIKS sesuai Asta Cita 3 dan 4 Presiden Prabowo Subianto, dapat dilakukan dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, Yassierli menyatakan pihaknya siap memperluas kolaborasi, khususnya peningkatan akses kerja bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan; penguatan program pemagangan nasional untuk generasi muda; dan pengembangan keterampilan tenaga kerja di sektor energi terbarukan (green jobs).
“Fokus Kemnaker saat ini adalah disabilitas tunadaksa, tunarungu yang usia kerja. Saat ini kita sedang mempersiapkan tiga balai di Lembang, Bekasi dan Kendari untuk pelatihan disabilitas,” kata dia.
Berbagai langkah yang sedang disiapkan Kemnaker antara lain menyiapkan panduan untuk tenaga kerja disabilitas, serta kampanye ke perusahaan untuk edukasi terkait regulasi UU No. 6 Tahun 2018 bahwa perusahaan harus mempekerjakan 1 persen penyandang disabilitas.
“Saat ini Kemnaker sudah kerja sama dengan Baznas yang bersedia melatih 1.000 orang. Harapannya penyandang disabilitas bekerja bukan hanya karena kasihan tapi karena memberikan value atau kontribusi ke perusahaan,” kata Yassierli.
Ia menegaskan, penyusunan peta jalan (roadmap) untuk tenaga kerja penyandang disabilitas sebagai acuan strategis jangka menengah dan panjang masih belum rampung.
Ia berharap dokumen ini akan menjadi panduan untuk memperdalam kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah, pekerja, dan pengusaha.
“Kami terbuka kepada DNIKS untuk memberikan masukan roadmap penyandang disabilitas dan memberikan ruang sebagai narasumber jika ada acara disabilitas. Kami ingin Kemnaker jadi contoh Kementerian yang ramah disabilitas termasuk di balai,” ujar dia.
Sementara, Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie mengatakan program Astacita Presiden selaras dengan program Asta Bakti DNIKS, yang sangat mendukung pemerintah.
Baca juga: Menaker tekankan fokus perkuat produktivitas, perlindungan pekerja
Ia menilai Kemnaker sebagai instrumen negara harus memainkan peran proaktif untuk memastikan seluruh warga negara memiliki akses pekerjaan layak, perlindungan kerja, dan jaminan sosial yang memadai.
“Hanya dengan cara itu, kesejahteraan sosial yang menjadi amanat konstitusi dapat benar-benar diwujudkan,” kata Effendy.
Baca juga: Mensos ajak koordinasi DNIKS akreditasi lembaga sosial
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































