Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan pemerintah saat ini mulai melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana alam, di kawasan Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat.
“Ada 12 unit huntara yang dibangun,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Jumat.
Ia mengatakan, pembangunan hunian sementara tersebut berlokasi di Desa Jambak dan Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, karena di dua lokasi tersebut terdapat kerusakan rumah warga yang sangat parah dan tidak bisa lagi ditempati.
Tarmizi mengatakan pembangunan huntara tersebut juga sebagai upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat korban bencana alam yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir bandang.
Baca juga: KSP: Huntara Danantara di Aceh Tamiang sudah sesuai saran Presiden
Selama ini, kata dia, masyarakat korban bencana alam yang telah kehilangan tempat tinggal di Desa Jambak dan Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, menetap sementara di rumah saudara atau kerabat yang lain.
Namun kondisi dinilai tidak mungkin berlama-lama, sehingga pemerintah daerah mengusulkan pembangunan hunian sementara bagi para korban, sambil menunggu pembangunan rumah tetap (huntap) dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan pembangunan 12 unit hunian sementara tersebut akan rampung pada Februari 2026, sehingga langsung bisa ditempati oleh para korban bencana.
“Kita harapkan sebelum Ramadhan, pembangunan huntara ini sudah selesai, sehingga bisa langsung ditempati oleh masyarakat,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi.
Baca juga: BNPB kebut 711 huntara banjir Aceh Utara rampung jelang Ramadhan
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































