Istanbul (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Kopenhagen mengeklaim bahwa Greenland dan Denmark telah membentuk front persatuan untuk menghadapi ancaman Amerika Serikat yang ingin merebut pulau Arktik tersebut, menyusul pembicaraan tingkat tinggi di Washington.
“Dalam menghadapi ancaman dari Amerika Serikat terkait kemungkinan pengambilalihan pulau ini, tanpa mengecualikan penggunaan kekuatan, kita melihat penyatuan Greenland dan Denmark dalam menentang niat Amerika tersebut,” kata Vladimir Barbin kepada kantor berita pemerintah Rusia, Tass, dalam wawancara yang disiarkan Jumat.
Barbin merujuk pada pertemuan 14 Januari di Washington, di mana Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Dubes Rusia mengatakan bahwa perwakilan Denmark dan Greenland berbicara dalam satu suara untuk membela keutuhan wilayah kerajaan Denmark serta hak pulau tersebut atas penentuan nasib sendiri dalam diskusi tentang kepentingan AS di kawasan itu.
Barbin menekankan bahwa keputusan mengenai masa depan pulau tersebut sepenuhnya merupakan urusan internal Greenland dan Denmark. Namun, ia mencatat bahwa pemerintah Denmark telah menyampaikan pernyataan resmi kepada AS terkait upaya-upaya untuk memengaruhi proses domestik.
Greenland merupakan wilayah otonom yang berada dalam Kerajaan Denmark, yang telah menarik minat Amerika Serikat karena lokasinya yang strategis dan sumber daya mineralnya yang melimpah. Trump juga diduga memiliki kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Rusia dan China di sekitar Greenland.
Denmark dan Greenland telah menolak proposal untuk menjual wilayah tersebut dan menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menkeu Prancis ingatkan AS, Greenland tak boleh dipermainkan
Baca juga: Rusia perkuat pertahanan Arktik menyusul ketegangan Greenland
Baca juga: Warga Greenland akan gelar aksi protes tolak ambisi AS rebut pulau
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































