Kemenekraf geliatkan industri film dan musik Indonesia bersama KOCCA

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menerima kunjungan dari Korea Creative Content Agency (KOCCA) yang didampingi aktor Korea Lee Won Jung dari RUNUP Company untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Korea Selatan melalui subsektor film dan musik.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kolaborasi dengan KOCCA bisa saling menguntungkan dan memanfaatkan potensi pasar Indonesia yang besar dan budaya yang kaya, serta membuka peluang global.

“Dalam hal pembuatan film, kita bisa menyelaraskan harapan yang sama karena masing-masing negara punya aspek budaya yang menginspirasi dan mengeksplorasi potensi ide maupun kolaborasi yang dapat terjadi ke depan. Biasanya, hal-hal tersebut bisa memperkuat hubungan dan pemahaman terkait industri kreatif antar kedua negara,” ujar Wamen Ekraf dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KOCCA: K-Content Bizweek 2025 perkuat ekosistem industri kreatif

Irene mengatakan Indonesia perlu membangun ekosistem bersama agar dapat melakukan lompatan besar dalam merealisasikan rencana aksi antara Indonesia dan Korea.

Kolaborasi berkelanjutan di subsektor film dan musik bisa diwujudkan secara lebih konkret melalui inisiatif yang dibentuk lewat diplomasi publik yang kuat, mengingat besarnya popularitas K-Pop di pasar Indonesia.

Apalagi KOCCA berkomitmen melakukan pengembangan talenta berbasis film, animasi, musik, komik, penyiaran, video gim, fesyen, dan konten konvergensi teknologi baru.

Baca juga: Pesona Oh My Girl yang memukau, rayakan dua tahun Korea 360 di Jakarta

Di tempat yang sama, Direktur Regional KOCCA Indonesia Lee Gi Haun pun menyebut ide kolaborasi untuk membawa talenta-talenta Indonesia ke Korea. Dia meyakini citra positif Indonesia bisa terwakili dengan kehadiran musisi-musisi berbakat tanah air dan siap berbaur dengan budaya lokal dan akan tercipta lebih banyak kolaborasi ke depan.

“Untuk subsektor film, kami yakin kalau film Indonesia sudah bagus tinggal dikembangkan bersama agar bisa lebih baik lagi. Sementara subsektor musik, kami ingin merealisasikan agar talenta-talenta Indonesia bisa dibawa ke Korea atau masuk ke jaringan internasional yang lebih besar,” imbuh Lee Gi Haun.

Baca juga: Kim Soo-hyun letakkan tanda cetak tangannya di Jakarta

Sementara itu, COO RUNUP Company Choi Do Suk menyampaikan optimismenya terhadap potensi kolaborasi Indonesia–Korea di industri kreatif.

“Dengan mengombinasikan sinergi antara teknik perfilman Indonesia yang unggul serta ragam lokasi yang kaya dengan kekuatan naskah Korea yang terstruktur dengan baik, atau dengan berbagi pengalaman bagaimana K-pop dan K-content meraih pengakuan global, kami ingin mengambil peran signifikan dalam mengangkat konten Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Choi Do Suk.

Baca juga: Semua tentang Hanbok ada di acara Korea 360

Baca juga: Ji Chang Wook ceritakan pengalaman syuting keliling Indonesia

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |