Moskow (ANTARA) - Pejabat Kemlu Rusia Kirill Logvinov mengatakan semakin banyak pertanyaan muncul tentang tujuan dan sasaran sesungguhnya dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), inisiatif Presiden AS Donald Trump, di tengah situasi Timur Tengah saat ini.
"Dengan latar belakang ini (situasi yang memburuk di Timur Tengah), bahkan negara-negara yang bergabung secara resmi pun semakin mempertanyakan tujuan dan sasaran sebenarnya dari Dewan Perdamaian serta modalitas praktisnya. Menariknya, banyak delegasi telah memilih status sebagai pengamat," kata direktur departemen organisasi internasional di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia itu kepada RIA Novosti.
Logvinov pun mencatat bahwa Israel mempertahankan aktivitas militer mereka di Jalur Gaza, sementara secara signifikan juga membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan.
Baca juga: Media Gaza bantah klaim BoP 602 truk bantuan telah masuk
Di Tepi Barat, pembangunan dan perluasan pemukiman Israel berlangsung dengan kecepatan yang belum pernah tercatat sebelumnya, sedangkan tindak kekerasan dan ekstremisme oleh para pemukim setempat mencapai tingkat ekstrem.
"Meskipun bertepatan dengan hari raya keagamaan terpenting, yakni akhir Ramadan dan Paskah, status quo dilanggar dan akses ke Situs Suci Yerusalem ditolak. Menurut sekretaris jenderal PBB, Lebanon berisiko mengalami nasib serupa dengan Jalur Gaza. Ketegangan juga meningkat di Suriah selatan, termasuk di Suwayda dan Dataran Tinggi Golan," ujar Logvinov.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: BoP desak Hamas rampungkan rencana demiliterisasi Gaza pekan ini
Baca juga: Prabowo: RI tak pernah komitmen sumbang Rp17 triliun untuk BoP
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































