Bandung (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan kepada 23 ahli waris korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Bandung, Kamis, mengatakan santunan tahap pertama ini diberikan kepada 21 ahli waris di Desa Pasirlangu serta dua ahli waris di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
“Untuk tahap pertama ini kami menyalurkan santunan kepada 23 ahli waris karena belum semuanya terdata, santunan akan dibagi menjadi dua tahap,” kata Wamensos Agus Jabo.
Ia menjelaskan sisa santunan bagi ahli waris korban meninggal akan disalurkan pada tahap berikutnya setelah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat.
Baca juga: 80 jenazah longsor Cisarua telah dievakuasi hingga hari ini
Wamensos mengatakan pihaknya telah menyalurkan santunan serta memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terdampak longsor terpenuhi, mulai dari makanan, tempat tinggal sementara, pakaian, hingga tempat tidur.
“Alhamdulillah, setelah kami cek langsung kebutuhan pengungsi dalam kondisi baik. Anak-anak juga kami lihat stabil secara psikologis, tidak tertekan, dan tetap ceria,” ujar Wamensos Agus Jabo.
Pada kesempatan tersebut Wamensos menyampaikan pihaknya telah mendirikan dapur umum serta menyalurkan bantuan stok logistik bagi para pengungsi.
Ia menyebut total nilai santunan dan bantuan logistik mencapai sekitar Rp1,1 miliar dan jika digabung dengan operasional dapur umum, total intervensi Kemensos di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, mencapai sekitar Rp2 miliar.
Baca juga: BNBP: 57 korban longsor Bandung Barat berhasil teridentifikasi Polri
“Bantuan ini merupakan bagian dari intervensi tanggap darurat Kemensos untuk memastikan pengungsi mendapatkan layanan dasar yang layak,” kata Wamensos Agus Jabo.
Terkait penanganan pasca-bencana, Wamensos mengatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan asesmen setelah masa tanggap darurat berakhir untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jika kemampuan anggaran di kabupaten belum mencukupi, penanganan akan dinaikkan ke provinsi, dan pemerintah pusat siap terlibat jika masih diperlukan,” ujar Wamensos Agus Jabo.
Pada kesempatan itu, Wamensos juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam penanganan bencana.
Baca juga: Tim SAR diberi vitamin-vaksin, 85 korban longsor Cisarua ditemukan
Baca juga: Polda Jabar ungkap kendala DVI identifikasi korban longsor di Cisarua
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































