Kemdiktisaintek dorong pendirian 5-6 industri baru berbasis teknologi

1 day ago 9
Indonesia pada saat ini memiliki banyak perusahaan dalam skala kecil, namun belum dapat berkembang secara optimal akibat keterbatasan teknologi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong pendirian antara lima hingga enam industri baru berbasis teknologi mutakhir, yang ditempuh melalui kerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang.

"Kita ingin mengembangkan 5-6 industri kuat di mana pengembangannya berbasis teknologi. Nah pengembangannya kita akan bekerja sama, karena memang kan sekarang kalau supply chain itu tidak bisa lagi cuma di dalam negeri, harus ada hubungan dengan industri di luar," kata Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman di Jakarta, Selasa.

Fauzan mengatakan, Indonesia pada saat ini memiliki banyak perusahaan dalam skala kecil, namun belum dapat berkembang secara optimal akibat keterbatasan teknologi.

Salah satunya, jelas dia, di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berpotensi untuk dikembangkan lagi di Indonesia.

Baca juga: Ratusan rektor kampus teken kontrak kinerja, wujudkan kampus berdampak

"Kita melihat jumlah PLTSa di Indonesia ini akan bertambah nanti ke depannya. Supaya kita tidak hanya menggunakan atau membeli teknologi dari luar, tetapi dalam perjalanannya kita mengembangkan sendiri juga, mengadopsi," ujarnya.

"Nah proses transfer teknologinya itu bersama-sama dengan perusahaan asing. Karena memang mereka yang memiliki teknologi dan kita sumber daya manusia yang di Indonesia itu kita libatkan dalam proses pengembangan," lanjut Fauzan.

Melalui kolaborasi ini, ungkap dia, akan tercapai keuntungan bagi kedua belah pihak (win-win solution) antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Sementara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kolaborasi riset tidak hanya dilakukan dalam pengembangan PLTSa, tapi juga industri lain seperti semikonduktor, silikon, sel surya, juga industri hilirisasi mineral.

Baca juga: Mendiktisaintek dorong penguatan ekosistem riset secara bersama

Ia juga mengharapkan berbagai industri tersebut bisa dilahirkan dalam satu atau dua tahun mendatang

"Kita akan menawarkan kepada teman-teman pendidikan tinggi dan profesor-profesor. Jepang juga akan memberikan beberapa profesornya dan juga industrinya kita akan libatkan," tutur Brian Yuliarto.

Baca juga: Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |