Kemdiktisaintek dan NEDO Jepang kolaborasi perkuat riset industri

1 day ago 8
Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian. Kerja sama penelitian yang ditawarkan adalah penelitian yang sifatnya penyiapan untuk industri...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan dunia industri di Indonesia lewat kolaborasi riset industri antara perguruan tinggi di Indonesia dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang.

"Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian. Kerja sama penelitian yang ditawarkan adalah penelitian yang sifatnya penyiapan untuk industri, jadi disebutnya one step to industry," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta, Selasa.

Mendiktisaintek mengatakan skema penelitian yang dilakukan tidak terlalu fundamental. Penelitian yang mengarah ke industri ini juga akan melibatkan Danantara selaku pemangku kepentingan industri-industri BUMN yang ada di Indonesia dan juga industri-industri Jepang.

Sejumlah fokus penelitian, lanjut dia, telah disiapkan antara lain terkait pendirian industri-industri dasar seperti semikonduktor, silikon, sel surya, juga industri hilirisasi mineral.

Baca juga: Ratusan rektor kampus teken kontrak kinerja, wujudkan kampus berdampak

"Kita akan menawarkan kepada teman-teman pendidikan tinggi dan profesor-profesor. Jepang juga akan memberikan beberapa profesornya dan juga industrinya kita akan libatkan," ujarnya.

"Jadi, nanti diharapkan riset atau kajian yang akan berlangsung fokus kepada pembangunan industri maju di Indonesia. Jadi bukan lagi yang sifatnya riset dasar," lanjut Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Mendiktisaintek berharap dalam 1-2 tahun mendatang segera berdiri industri-industri terkait yang dihasilkan melalui program ini.

Baca juga: Mendiktisaintek: Hubungan hasil riset kampus dan industri masih lemah

Lebih lanjut Direktur Eksekutif NEDO Kikuo Kishimoto menyebutkan pihaknya dalam hal ini bukan hanya untuk mendukung keilmuan, tapi juga pengembangan industri seperti di Indonesia.

Bagi pengembangan industri, kata dia, manusia perlu menyelesaikan masalah sosial seperti energi, lingkungan, dan juga kesejahteraan hidup.

"Jadi, R&D seharusnya berkontribusi ke arah tersebut. Jadi kami berpikir tentang perkembangan baru bersama Indonesia. Kami berharap bukan hanya melakukan R&D, tapi kita juga berpikir tentang masa depan, menciptakan dunia yang baik," tutur Kikuo Kishimoto.

Baca juga: Kemdiktisaintek dukung penguatan riset untuk industri medis nasional

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |