Kadin upayakan perkuat kerja sama RI-Swiss, bidik investasi logistik

1 day ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengupayakan penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Swiss dengan fokus pada pengembangan perdagangan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta peluang investasi di sektor logistik.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan Swiss merupakan mitra strategis bagi Indonesia, tidak hanya karena perannya sebagai pusat keuangan dunia, tetapi juga dalam pengembangan teknologi.

“Swiss itu bukan saja suatu negara besar di bidang finansial, tapi dari sisi teknologi dan branding itu sangat diakui. Dan ini justru mesti menjadi suatu acuan buat Indonesia bekerja sama dengan Swiss. Apalagi kita mempunyai Free Trade Agreement (FTA) sendiri sekitar empat tahun yang lalu,” ujar Anin, sapaan Anindya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, hubungan dagang Indonesia dan Swiss menunjukkan perkembangan positif dengan surplus perdagangan Indonesia yang mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar kerja sama kedua negara dapat diperkuat melalui langkah yang lebih konkret.

“Yang pertama fokusnya bagaimana kita bisa belajar menggiatkan atau memodernisasi trading kita, maka kita bilang Trading Academy. Yang kedua fokusnya di bidang logistik, ditambah upaya investasi di bidang perkapalan dan juga pelabuhan,” kata Anin.

Disampaikan dia pula pada Senin (27/7) di Jakarta, dirinya menggelar audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss I Ngurah Swajaya.

Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Swiss, mulai dari perdagangan, investasi, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perdagangan global.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss I Ngurah Swajaya mengapresiasi dukungan Kadin Indonesia dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Ngurah menjelaskan, perdagangan Indonesia-Swiss terus mengalami peningkatan, Indonesia juga menjadi salah satu tujuan investasi perusahaan Swiss. Menurutnya, peluang investasi ke depan perlu diarahkan pada perusahaan kecil dan menengah Swiss yang berbasis teknologi, inovasi, serta rendah karbon.

Baca juga: Kadin: Industri fesyen hingga farmasi jadi unggulan ekonomi syariah RI

Baca juga: RI-Swiss kerja sama strategis perkuat industri mineral dan logam

Baca juga: Kadin Indonesia datangi China, ingin genjot perdagangan-investasi

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |