Indef sebut ERP hingga SDM jaga konsistensi kontribusi industri

2 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan untuk menjaga peran industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi, diperlukan sejumlah langkah strategis mulai dari penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) hingga penguatan SDM.

Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti dihubungi di Jakarta, Jumat menjelaskan terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian utama.

Pertama, investasi pada smart technology, termasuk menjaga kapasitas mesin agar tetap dapat digunakan secara produktif, dengan serta mengimplementasikan ERP.

Menurutnya, ERP yang merupakan integrasi sistem untuk proses bisnis ini dinilai penting untuk memastikan proses produksi berjalan efisien dan berkelanjutan

Kedua, menjaga efisiensi operasional melalui penerapan value stream mapping, ketersediaan bahan baku, serta pengurangan waktu perubahan proses produksi (reduce change overtime). Upaya tersebut kata dia,dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Ketiga, penguatan manajemen sumber daya manusia melalui program upskilling dan pelatihan, pemberian insentif berbasis kinerja, serta penerapan sistem manajemen modern.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi faktor kunci agar industri mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar.

Selanjutnya, keempat, penerapan strategi market positioning yang tepat, seperti diversifikasi pasar, inovasi produk, dan pemenuhan kebutuhan konsumen. Strategi ini dinilai berguna untuk memperluas pangsa pasar sekaligus menjaga daya saing industri nasional.

Kelima, pengelolaan manajemen rantai pasok yang baik guna memastikan kelancaran distribusi bahan baku maupun produk jadi, sehingga proses produksi dan pemasaran dapat berjalan optimal.

Dengan langkah-langkah tersebut, Esther menilai industri pengolahan dapat terus menjaga konsistensi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa industri pengolahan berhasil mendominasi ekonomi Indonesia sepanjang 2025.

Penegasan ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan sektor tersebut menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi 19,07 persen. ‎

Menperin dalam pernyataan dikutip di Jakarta, Jumat menyampaikan kontribusi industri pengolahan terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.‎

Pada 2023 sebesar 18,67 persen, naik menjadi 18,98 persen pada 2024, dan kembali meningkat pada 2025 menjadi 19,07 persen. ‎

Dari sisi pertumbuhan, kata dia kinerja sektor ini juga menguat signifikan. Setelah tumbuh 4,64 persen pada 2023 dan 4,43 persen pada 2024, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 5,30 persen di tahun ini dengan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menjadi yang terbesar dibanding sektor lain, yakni 1,07 persen dari 5,11 persen.

Baca juga: Kemenperin targetkan kontribusi industri luar Jawa 33,25 persen 2026

Baca juga: Industri padat paten China catat peningkatan kontribusi terhadap PDB

Baca juga: Kepala BRIN: Kontribusi industri terhadap riset di Indonesia minim

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |