I Nyoman Nuarta ungkap pentingnya seniman memiliki jejaring

1 hour ago 1

Surabaya (ANTARA) - Pematung I Nyoman Nuarta mengungkap pentingnya bagi setiap seniman untuk memiliki jejaring dari kalangan pemerintah, sektor swasta hingga akademisi.

"Dalam proses mengerjakan proyek seni, jejaring menjadi salah satu instrumen penting. Pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga berbagai pihak yang memiliki sumber daya dapat menjadi bagian dari perjalanan sebuah proyek," katanya dalam forum Seniman Wicara yang merupakan bagian dari penyelenggaraan ArtSubs 2026 di Surabaya, Minggu.

Nuarta menekankan seniman tidak cukup hanya menghasilkan karya tapi juga harus mampu menjelaskan gagasannya agar layak diwujudkan.

Baca juga: 154 seniman hadirkan ratusan karya kontemporer pada ARTSUBS Surabaya

"Menjual karya seni itu tidak mudah. Dibutuhkan pembuktian konkret, bukan sekadar janji,” ujar seniman yang salah satu karyanya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) hingga kini menjadi objek wisata di Bali.

Karya monumental lainnya dari alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ini adalah Monumen Jalasveva Jayamahe di Tanjung Perak Surabaya dan Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengalaman panjang mengerjakan karya monumental mendorong seniman kelahiran Tabanan, Bali, ini mengembangkan metode konstruksi yang lebih efisien.

Baca juga: Nyoman Nuarta: Esensi desain Istana Garuda IKN satukan 1300 suku di RI

Nuarta bahkan telah mematenkan teknik pembuatan patung organis berskala besar sejak 1993.

"Penguasaan teknologi memungkinkan pengerjaan patung berukuran raksasa dilakukan secara lebih efisien," ucapnya.

Ia menyebut sistem kerangka khusus yang digunakannya dapat mengurangi kebutuhan terhadap scaffolding atau struktur penyangga dalam proses pengerjaan tertentu.

Baca juga: Nyoman Nuarta: Kritik itu biasa, bukan masalah

Standar health, safety, environment (HSE) serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Bagi Nuarta, persoalan teknis bukan sesuatu yang bisa sepenuhnya diserahkan kepada orang lain.

"Seniman yang mengerjakan karya monumental harus memahami bagaimana gagasan artistiknya diterjemahkan menjadi konstruksi nyata. Keyakinan serta kolaborasi dengan pihak akademisi menjadi salah satu dasar penting dalam penyelesaian konstruksi," tuturnya.

Baca juga: Presiden tinjau Galeri Nyoman Nuarta guna cek pekerjaan untuk IKN

Baca juga: Nyoman Nuarta dinobatkan sebagai Tokoh Peduli Museum

Pewarta: Willi Irawan/Hanif Nashrullah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |