Kemenhut: Titik panas meningkat, ada 1.532 hotspot per 20 September

49 minutes ago 1
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan saat ini terdapat 1.532 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di sejumlah provinsi, naik dibandingkan kondisi pada Sabtu (19/9).

Dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menyampaikan pemerintah terus memperkuat upaya penanganan karhutla, terutama di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

"Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu (20/9) pukul 23.59 WIB, secara nasional terdeteksi 1.532 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 209 titik dibandingkan 1.323 titik pada Sabtu (19/9)," kata Ristianto.

Data sampai dengan 20 September 2026 memperlihatkan Kalteng memiliki 968 hotspot, Sumsel 285 hotspot, Kalimantan Barat (Kalbar) 98 hotspot, Kalimantan Selatan (Kalsel) 39 hotspot, Jambi 26 hotspot, dan Riau satu hotspot.

Baca juga: Pengamat: Penegakan hukum karhutla jangan berhenti pada perorangan

Dia menjelaskan Kalteng masih menjadi wilayah dengan hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas, meskipun jumlahnya mulai menurun dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada saat yang sama peningkatan cukup signifikan di Sumsel menjadi perhatian dalam penentuan prioritas operasi.

"Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar,” katanya.

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, lanjutnya, sehingga seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui pemeriksaan di lapangan dan kondisi aktual di lapangan.

Baca juga: Seskab: 64 pesawat dan 54.394 personel dikerahkan tangani karhutla

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |