Garuda bersama Saudia perluas akses wisman ke Indonesia

4 hours ago 1
kami ingin menghubungkan jaringan domestik dengan akses global yang lebih luas, sehingga semakin banyak pengguna jasa dari Timur Tengah, Eropa, Afrika dan Australia dapat menjangkau berbagai destinasi di Indonesia

Kabupaten Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Garuda Indonesia menggandeng Saudia memperluas akses wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui penguatan konektivitas global guna mendorong pertumbuhan pariwisata, trafik internasional dan aktivitas ekonomi nasional.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengatakan, pihaknya memperkuat transformasi kinerja melalui kemitraan strategis dengan Saudia untuk memperluas konektivitas internasional menuju Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Saudia, kami ingin menghubungkan jaringan domestik dengan akses global yang lebih luas, sehingga semakin banyak pengguna jasa dari Timur Tengah, Eropa, Afrika dan Australia dapat menjangkau berbagai destinasi di Indonesia,” kata Thomas dalam keterangan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Momentum tersebut mempertegas besarnya peluang penguatan konektivitas penerbangan internasional dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan aktivitas ekonomi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan, tumbuh 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun komitmen kolaborasi Garuda Indonesia dan Saudia ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada awal Juni 2026 di Rio de Janeiro, Brasil, bertepatan dengan penyelenggaraan International Air Transport Association (IATA) Annual General Meeting 2026.

Melalui kerja sama itu, kedua maskapai melakukan penguatan skema codeshare, perjanjian interline, serta potensi pengembangan joint business.

Baca juga: AHY: Rencana Garuda jadi holding maskapai dapat mendukung konektivitas

Baca juga: Danantara akan gabungkan Pelita Air dengan Garuda Indonesia

Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi, meningkatkan konektivitas antarpenerbangan, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin terintegrasi bagi pengguna jasa kedua maskapai.

Thomas mengatakan kolaborasi dengan Saudia menjadi bagian strategi transformasi Garuda Indonesia untuk memperkuat jaringan internasional melalui kemitraan global yang memperluas akses pasar, membuka arus trafik baru, dan meningkatkan pertumbuhan kinerja perusahaan.

Sinergi tersebut akan menghubungkan jaringan Saudia di berbagai pasar internasional dengan jaringan domestik Garuda Indonesia yang menjangkau kota-kota utama, pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi pariwisata di tanah air.

Pada saat yang sama, pengguna jasa Garuda Indonesia juga berpeluang memperoleh akses perjalanan yang lebih luas menuju berbagai destinasi dalam jaringan Saudia.

Menurut Thomas, integrasi kekuatan jaringan kedua maskapai memiliki nilai strategis dalam memperluas basis pasar internasional Garuda Indonesia serta memperkuat Indonesia sebagai bagian dari arus perjalanan global.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan pariwisata, perdagangan, investasi, dan mobilitas internasional. Dengan menghubungkan jaringan global Saudia dan jaringan domestik Garuda Indonesia, kami berharap dapat membawa lebih banyak wisatawan dan pelaku bisnis internasional ke Indonesia,” jelas Thomas.

Chief Commercial Officer Saudia, Arved von zur Muehlen mengatakan Nota Kesepahaman tersebut memperkuat fondasi kerja sama antara Saudia dan Garuda Indonesia sekaligus mencerminkan fokus strategis kedua maskapai dalam membangun kemitraan bernilai tinggi.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel antara Indonesia, Australia, serta jaringan Saudia di Timur Tengah, Eropa dan Afrika," kata Arved.

Kolaborasi tersebut juga memiliki relevansi strategis terhadap tingginya mobilitas antara Indonesia dan Timur Tengah, baik untuk perjalanan ibadah, bisnis, perdagangan, pariwisata, maupun mobilitas masyarakat.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem perjalanan ibadah yang semakin terintegrasi, kedua maskapai akan menjajaki penguatan pengalaman perjalanan mulai dari layanan sebelum keberangkatan, proses transit, hingga perjalanan lanjutan menuju berbagai destinasi.

"Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan layanan yang semakin terhubung, efisien, dan nyaman bagi pengguna jasa," katanya.

Sebagai bagian dari pengembangan kolaborasi jangka panjang, Garuda Indonesia dan Saudia juga akan menjajaki pengaturan terminal bersama atau co-terminal.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk menciptakan proses transit dan transfer penerbangan yang lebih efisien sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin lancar dan terintegrasi.

Kedua maskapai selanjutnya akan mengeksplorasi berbagai peluang untuk memperkuat sinergi jaringan dan layanan, meningkatkan arus penumpang internasional, serta mengoptimalkan kontribusi kemitraan terhadap kinerja masing-masing maskapai.

Seluruh pengembangan kerja sama akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, kesiapan operasional dan persetujuan regulator.

Baca juga: Garuda Indonesia layani 102.705 jamaah haji dengan OTP 94,3 persen

Baca juga: Garuda perkuat transformasi layanan lewat perubahan aturan bagasi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |