BPBD: Belasan rumah di Pacitan rusak akibat gempa magnitudo 6,4

2 weeks ago 8
Datanya masih terus bergerak. Kami masih mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah kecamatan

Pacitan, Jatim (ANTARA) - Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari mengakibatkan belasan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan hingga Jumat siang pihaknya mencatat sedikitnya 15 rumah warga terdampak gempa dengan tingkat kerusakan bervariasi.

"Datanya masih terus bergerak. Kami masih mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah kecamatan," kata Erwin.

Baca juga: BMKG: Gempa di Pacitan berjenis megathrust berkedalaman dangkal

Ia menjelaskan bangunan yang rusak merupakan rumah warga dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, dan masih dimungkinkan adanya tambahan data seiring proses pendataan di lapangan.

Adapun wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Kecamatan Pacitan, Pringkuku, Kebonagung, Bandar, dan Nawangan.

BPBD Pacitan saat ini terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk memastikan dampak gempa, sekaligus mempercepat proses pendataan.

Baca juga: BPBD: Gempa Pacitan terasa hingga Jember, potensi kerusakan dipantau

Selain itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, terutama pada bagian struktur yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Masyarakat kami minta segera melapor ke aparat setempat atau langsung ke Pusdalops BPBD jika ditemukan kerusakan, agar bisa segera ditindaklanjuti," ujar Kepala BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko.

Ia juga meminta warga tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait.

Baca juga: Pantau dampak gempa, BPBD Pacitan: Ada rumah warga runtuh sebagian

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |