Kota Padang (ANTARA) - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumbar Daya Mineral (ESDM) melaporkan aktivitas kegempaan Gunung Marapi yang berada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami peningkatan selama periode 16-31 Desember 2025.
"Kegempaan Gunung Marapi dalam dua minggu terakhir cenderung meningkat terutama pada gempa-gempa dekat permukaan," kata Pelaksana tugas (Plt) Badan Geologi Lana Saria melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Kota Padang, Selasa.
Badan Geologi menjelaskan peningkatan aktivitas kegempaan terjadi pada gempa hembusan dari 28 menjadi 279 kali, tremor non-harmonik dari 78 menjadi 132 kali. Begitu juga dengan gempa vulkanik dangkal dari lima menjadi 14 kali, gempa vulkanik dalam dari 11 menjadi 14 kali, dan gempa tektonik lokal dari 31 naik menjadi 54 kali.
"Data kegempaan saat ini menunjukkan adanya indikasi peningkatan pasokan fluida kembali," jelas dia.
Meskipun demikian, energi atau tekanan dari pasokan fluida tersebut dilepaskan melalui aktivitas hembusan yang terlihat meningkat. Kemudian energi seismik yang tercermin dari real time seismic amplitude measurement masih menunjukkan fluktuasi di sekitar nilai baseline.
Dalam dua minggu terakhir, variasi kecepatan seismik mengalami fluktuasi menurun menjauhi nol dengan simpangan yang tergolong besar. Nilai koherensi juga menurun yang kecil dari 0,6. Hal ini menunjukkan tekanan pada tubuh gunung api dekat permukaan saat ini cukup besar, dan kondisi medium tubuh gunung mengalami gangguan (kurang stabil).
"Kondisi seperti ini dapat menunjukkan potensi terjadinya erupsi menjadi lebih meningkat," kata dia mengingatkan.
Dalam laporan tersebut, data deformasi tiltmeter sampai saat ini tidak memperlihatkan adanya inflasi yang signifikan pada tubuh gunung api. Sementara, untuk laju emisi (fluks) gas Sulfur Dioksida (SO2) sering tidak terukur/terdeteksi oleh satelit Sentinel.
Hal ini berkemungkinan pada saat pengukuran oleh satelit, gunung api sedang tertutup awan/kabut, hujan atau gas SO2 yang dilepaskan gunung api kecil. Terakhir terukur pada 29 Desember 2025 sebesar 51 ton/hari yang tergolong rendah.
Baca juga: Gunung Marapi meletus Selasa pagi, erupsi perdana pada awal 2026
Baca juga: Gunung Marapi semburkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter
Baca juga: PGA bersama BKSDA tutup jalur pendakian tiga gunung api di Sumbar
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































