Warga lintas agama di Temanggung gelar tradisi Nyadran Perdamaian untuk kerukunan

2 hours ago 3
  • Jumat, 16 Januari 2026 14:50 WIB

Warga menyantap makanan bersama saat tradisi Nyadran Perdamaian di dusun toleransi Krecek, Getas, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Tradisi Nyadran atau Merti Dusun yang diikuti umat Islam, Buddha, Katolik dan ajaran Sapta Dharma dengan tema Merawat Alam Menjaga Bumi tersebut merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk toleransi dan kerukunan warga lintas agama sekaligus sebagai bentuk pelestarian alam melalui budaya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.

Warga menyantap makanan bersama saat tradisi Nyadran Perdamaian di dusun toleransi Krecek, Getas, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Tradisi Nyadran atau Merti Dusun yang diikuti umat Islam, Buddha, Katolik dan ajaran Sapta Dharma dengan tema Merawat Alam Menjaga Bumi tersebut merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk toleransi dan kerukunan warga lintas agama sekaligus sebagai bentuk pelestarian alam melalui budaya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.

Warga memikul tenong berisi makanan saat tradisi Nyadran Perdamaian di dusun toleransi Krecek, Getas, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Tradisi Nyadran atau Merti Dusun yang diikuti umat Islam, Buddha, Katolik dan ajaran Sapta Dharma dengan tema Merawat Alam Menjaga Bumi tersebut merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk toleransi dan kerukunan warga lintas agama sekaligus sebagai bentuk pelestarian alam melalui budaya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |