Menjaga stabilitas, mendorong kualitas pasar kerja

2 hours ago 2
... pasar kerja Indonesia pada November 2025 berada dalam kondisi yang cukup solid dari sisi kuantitas. Pengangguran rendah, partisipasi meningkat, dan jam kerja membaik. Tidak ada tanda tekanan signifikan.

Jakarta (ANTARA) - Data ketenagakerjaan November 2025 memperlihatkan kondisi pasar kerja yang relatif stabil.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 4,74 persen, turun dibanding Agustus 2025. Jumlah penduduk bekerja mencapai 147,91 juta orang. Angkatan kerja bertambah dan tingkat partisipasi meningkat menjadi sekitar 70,59 persen. Tambahan tenaga kerja yang masuk pasar dapat terserap tanpa memicu kenaikan pengangguran.

Rilis resmi Badan Pusat Statistik tersebut menunjukkan bahwa dari sisi kuantitas, tidak ada tekanan berarti di pasar tenaga kerja. Dalam konteks ekonomi global yang masih menghadapi perlambatan dan ketidakpastian, stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan domestik.

Namun, rendahnya pengangguran bukan satu-satunya ukuran kesehatan pasar kerja. Struktur penyerapan tenaga kerja, status pekerjaan, produktivitas, serta dinamika upah menjadi faktor penentu kualitas yang tidak kalah penting. Di titik inilah analisis perlu diperdalam.

Struktur lapangan usaha masih menunjukkan pola yang relatif konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada November 2025, sekitar 27,99 persen tenaga kerja berada di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor menyerap tenaga kerja sekitar hampir 18,67 persen, sementara industri pengolahan sekitar 13,86 persen. Tiga sektor ini tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Dominasi tersebut mencerminkan bahwa transformasi struktural ekonomi berjalan bertahap. Indonesia memang mengalami pertumbuhan pada sektor jasa modern dan industri tertentu, tetapi belum pada skala yang menggeser komposisi tenaga kerja secara signifikan. Sebagian besar pekerja masih berada di sektor yang padat karya dan bernilai tambah menengah ke bawah.

Implikasinya terlihat pada pergerakan produktivitas dan upah. Selama tenaga kerja terkonsentrasi pada sektor dengan nilai tambah terbatas, ruang kenaikan pendapatan nasional akan bergerak perlahan. Perubahan struktur ekonomi tidak terjadi dalam waktu singkat, terutama pada negara dengan karakteristik wilayah luas dan heterogen seperti Indonesia.

Meski demikian, terdapat dinamika positif pada beberapa sektor. Penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat peningkatan jumlah pekerja yang cukup berarti. Industri pengolahan juga menunjukkan tambahan penyerapan tenaga kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi riil dan konsumsi domestik tetap berjalan.

Dari sisi status pekerjaan, sekitar 42,30 persen tenaga kerja berada di sektor formal. Selebihnya masih bekerja secara informal. Kenaikan proporsi pekerja formal pada November 2025, jika dibanding kondisi Agustus 2025 memang ada, tetapi tidak signifikan.

Baca juga: Menaker: Peningkatan kapasitas anak muda diperlukan di pasar kerja

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |