Tim gabungan cari korban kapal tenggelam di Pulau Biawak Indramayu

2 hours ago 1

Indramayu (ANTARA) - Tim gabungan dari kepolisian, TNI AL, dan unsur terkait melakukan pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut kapal nelayan yang tenggelam di perairan Pulau Rakit/Biawak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Kami bersama tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap empat korban yang dilaporkan hilang di sekitar lokasi kejadian,” kata Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Indramayu AKP Asep Suryana dalam keterangannya di Indramayu, Senin.

Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 22.00 WIB, diduga akibat perahu nelayan tertabrak kapal tongkang yang melintas di perairan tersebut.

Pihaknya mendata perahu yang mengalami kecelakaan yakni KM Almujib berukuran 6 gross ton (GT) dengan delapan anak buah kapal (ABK), milik Warjaya, warga Kecamatan Juntinyuat, Indramayu.

Menurut dia, kapal berangkat dari Karangsong pada Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB menuju perairan Pulau Rakit/Biawak untuk mencari ikan, kemudian menebar jaring dan beristirahat di kapal.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu ABK melihat kapal tongkang mendekat dan langsung menabrak lambung kiri KM Almujib yang saat itu dalam kondisi mesin mati,” ujarnya.

Akibat benturan tersebut, kata dia, kapal terseret sekitar 10 menit hingga air masuk ke lambung kapal dan menyebabkan perahu terbalik serta tenggelam.

Ia menuturkan para ABK berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jerigen dan gabus yang ada di kapal, namun sebagian lainnya terseret arus.

“Dua korban atas nama Jupri dan Wandi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah kami evakuasi ke darat untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, dua korban selamat yakni Carudin dan Alfianto Agus Sulistiyo berhasil ditemukan serta diselamatkan kapal nelayan lain pada Minggu (1/3) dini hari.

“Kami juga telah mengamankan KM Almujib yang ditemukan dalam kondisi terbalik sebagai barang bukti serta meminta keterangan para saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Pihaknya memastikan operasi SAR akan terus dilakukan, dengan penyisiran laut dan koordinasi lintas instansi hingga seluruh korban ditemukan.

Baca juga: RSAL Jala Ammari tangani 9 korban kecelakaan kapal nelayan

Baca juga: KNKT: Kapal tenggelam, masalah manifes dominasi kecelakaan pelayaran

Baca juga: KM Dahlia F3 tenggelam di sungai Mahakam, semua penumpang selamat

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |