Dokter sarankan imunisasi anak dilengkapi dua pekan sebelum mudik

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak subspesialis respirologi Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A (K) menyarankan para orang tua agar melengkapi imunisasi anak setidaknya 14 hari atau dua pekan sebelum mudik Lebaran agar anak lebih terlindungi dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi selama liburan.

"Untuk mendapatkan perlindungan selama perjalanan maka vaksin itu memerlukan waktu yang cukup untuk menimbulkan kekebalan," kata dr. Nastiti ketika dihubungi ANTARA pada Senin.

"Minimal misalnya 14 hari ya, sebagian besar vaksin memerlukan waktu 14 hari atau dua pekan untuk menimbulkan kekebalan," katanya.

Selain itu, ia mengatakan, kejadian ikutan imunisasi seperti demam atau nyeri di bagian yang disuntik bisa muncul setelah anak mendapat vaksinasi.

"Jadi, jangan mau perginya besok baru divaksinasi hari ini, maka nanti bukan kenyamanan yang didapat tetapi justru bisa kemungkinan demam, atau misalnya nyeri pada tempat suntikan, dan tidak mendapatkan kekebalan karena waktunya belum cukup untuk menimbulkan kekebalan," ia menjelaskan.

Dia menyarankan juga orang tua agar menyiapkan obat penurun demam guna menghadapi kemungkinan anak demam selama perjalanan mudik.

Baca juga: IDAI ingatkan pentingnya imunisasi untuk atasi campak pada anak

Dokter Nastiti menyampaikan perlunya mengupayakan anak telah mendapat imunisasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit seperti influenza, infeksi saluran pernafasan akibat pneumococcus, campak, dan COVID-19 sebelum mudik Lebaran.

Selain itu, menurut dia, vaksinasi untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakit hepatitis A dan hepatitis B juga perlu dilakukan kalau anak belum mendapatkannya.

Dia menyampaikan bahwa idealnya anak mendapat imunisasi dasar lengkap sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan, yang mencakup imunisasi hepatitis B, BCG, Polio, difteri dan tetanus, serta campak dan rubella.

"Itu kalau kita ikut program pemerintah seharusnya semua sudah terpenuhi," katanya.

Baca juga: Serangan influenza A bisa berbahaya bagi anak dengan komorbid

Baca juga: Kemenkes berupaya tingkatkan imunisasi anak di daerah terdampak bencana

​​​​​​​

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |