Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui pernah mengusulkan agar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah bisa tersambung langsung ke pusat perbelanjaan di kawasan itu.
“Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke Sarinah. Tetapi Sarinah ini 'heritage' (warisan), cagar budaya. Sehingga mereka masih ingin mempertahankan itu,” ungkap Pramono di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin.
Menurut Pramono, integrasi langsung JPO dengan pusat perbelanjaan berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut karena akses pejalan kaki menjadi lebih mudah dan nyaman.
Untuk itu, ia telah berdiskusi dengan Asisten Pembangunan untuk dijajaki kembali apakah Sarinah nantinya bersedia jika dibuatkan akses dari JPO hingga masuk ke Sarinah.
Adapun saat ini JPO Sarinah sudah direvitalisasi dan telah diresmikan oleh Pramono pada Senin sore ini.
JPO pertama di Jakarta itu kini lebih ramah disabilitas karena memiliki lift dan jalur blok pemandu (guiding block) di trotoar.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon menjelaskan penataan JPO merupakan bagian dari revitalisasi halte dan penataan pedestrian.
Ke depannya, trotoar di kawasan itu akan diperlebar oleh MRT Jakarta.
Pemprov DKI berharap rencana integrasi JPO dengan Sarinah dapat terwujud agar akses pejalan kaki dan aktivitas di kawasan tersebut semakin mudah.
“Jadi, pada Mei nanti, akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 (meter) sehingga nanti akses pedestrian akan menjadi punya ruang yang lebih lega,” kata Welfizon.
Baca juga: Pramono kembali resmikan JPO Sarinah
Baca juga: Jakpro: JPO JIS-Ancol dibangun dengan filosofi lokal Betawi
Baca juga: JPO tak efisien di Jakarta bisa dibongkar guna evaluasi infrastruktur
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































