Bengkulu (ANTARA) - Universitas Bengkulu (Unib) menargetkan setidaknya memiliki sekitar 100 guru besar pada akhir 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi tersebut.
"Kita menargetkan ada 10 lagi tambahan, sehingga ada sekitar 100 guru besar pada akhir tahun 2026," kata Rektor Universitas Bengkulu Prof Indra Cahyadinata di sela pengukuhan enam guru besar di Bengkulu, Rabu.
Baca juga: UNIB akan menyeleksi 1.367 calon mahasiswa asing dari 60 negara
Prof Indra mengatakan saat ini Unib telah memiliki 92 guru besar setelah mengukuhkan enam profesor baru. Jumlah guru besar saat ini berada sekitar 10 persen dari 919 dosen yang dimiliki universitas.
Menurut Indra, peningkatan jumlah guru besar menjadi salah satu indikator kinerja perguruan tinggi sekaligus mencerminkan penguatan kapasitas akademik dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, Unib terus mendorong dosen yang telah memenuhi persyaratan untuk mengajukan jabatan akademik tertinggi tersebut meskipun prosesnya semakin ketat.
"Tantangan terbesar ke depan adalah persyaratan yang semakin tidak mudah. Oleh karena itu, kita melakukan berbagai upaya supaya ada semangat dan intervensi institusi dalam setiap pencapaian jabatan akademik bagi dosen di Universitas Bengkulu," kata dia.
Selain menargetkan 100 guru besar pada akhir 2026, Unib juga membidik peningkatan rasio guru besar menjadi sekitar 15 persen dari total dosen dalam tiga tahun mendatang.
Baca juga: Universitas Bengkulu kirim KKN Kemanusiaan ke daerah bencana Sumbar
Baca juga: Profesor UNIB identifikasi 19 kearifan lokal adaptasi perubahan iklim
Saat ini, kata dia, tiga usulan guru besar dari Unib sedang menjalani proses penilaian di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor Indra berharap penambahan jumlah guru besar dapat memperkuat kontribusi Unib sebagai kampus yang berdampak, baik bagi pembangunan daerah, nasional, maupun global, melalui peningkatan kualitas riset, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































