Jakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Ushuluddin beserta para ahli hadis dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dan Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta menggagas kolaborasi riset internasional yang akan dilaksanakan di Tashkent, Bukhari dan Samarkand.
Dalam pernyataan persnya di Jakarta, Sabtu, Ketua Delegasi sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Prof.Ismatu Ropi mengatakan kolaborasi tersebut bertajuk “Legacy of Imam Bukhari” (Warisan Imam Bukhari).
Riset bersama itu bertujuan untuk menggali dan mempelajari warisan ilmiah Imam Bukhari, seorang ulama hadits terkemuka yang lahir di Bukhara, Uzbekistan, pada 810 Masehi.
Imam Bukhari dikenal luas melalui karya monumentalnya, "Sahih al-Bukhari", yang dianggap sebagai salah satu kitab hadits paling sahih dalam Islam.
Salah satu mitra utama dalam kolaborasi itu adalah Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC) yang berlokasi di Samarkand dan International Islamic Academy (IIA) of Uzbekistan di Tashkent.
Riset tersebut merupakan bagian dari rangkaian program 1000 Cahaya Indonesia untuk Amirul Mukminin dan direncanakan akan melibatkan 60 periset dari UIN dan IIQ yang akan membahas warisan Imam Bukhari dan pengaruhnya dari berbagai sudut pandang antara lain teologi, filsafat, sufisme, tafsir, tasawuf ,politik, pendidikan dan budaya.
Hasil riset akan diangkat dalam Konferensi Internasional bertajuk "Warisan Imam Bukhari untuk Dunia Islam" di Samarkand pada Oktober 2025 dan menjadi koleksi Perpustakaan Soekarno Garden yang akan segera dibangun di komplek Makam Imam Bukhari, demikian pernyataan pers UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Baca juga: Megawati kenang Soekarno kenalkan hadis riwayat Imam Bukhari
Baca juga: Megawati berdoa dan menangis di makam Imam Al Bukhari
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025