Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebutkan sejumlah kebutuhan pangan mengalami kenaikan, seperti telur dan daging menjelang Ramadhan 1446 Hijriah.
“Pada saat ini terjadi kenaikan kebutuhan telur dan daging, namun stok yang tersedia itu juga pada angka yang aman," kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Jelang Ramadhan, harga telur ayam negeri naik 20 persen di Jaksel
Dia mengatakan kenaikan kebutuhan daging sapi sekitar 17,38 persen. Sementara untuk kebutuhan lainnya, yakni cabai merah keriting diprakirakan naik sebesar 7,53 persen.
Eliawati mengatakan Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya guna memastikan ketersediaan pangan antara lain dengan menggencarkan kegiatan pasar murah, pangan murah bersubsidi, dan operasi pasar.
Kegiatan pangan murah atau gerakan pangan murah (GPM) dilakukan membantu masyarakat mendapatkan produk pangan atau kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasaran.
Baca juga: Anggota DPRD desak Pemprov DKI antisipasi pangan jelang Ramadhan
Dia merinci kegiatan tersebut berlangsung di kantor Balaikota, kantor wali kota, kantor kelurahan, rumah susun, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), gedung Dhanapala, SMK Sejahtera, dan Perumahan Cinta, Kecamatan Cengkareng.
Sementara kegiatan pendistribusian pangan subsidi bagi masyarakat tertentu dimulai pada 22 Januari 2025 demi meningkatkan akses pangan bagi masyarakat sekaligus satu upaya menjaga harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Adapun operasi pasar, dilakukan di kurang lebih 240 titik.
Baca juga: Pemprov DKI sasar 193 titik operasi pasar jelang Ramadhan
Pemprov DKI, kata dia, optimistis stok pangan aman bahkan hingga enam bulan ke depan. Merujuk data pada Februari, ketersediaan pangan menjelang Ramadhan 2025 di DKI Jakarta antara lain beras sebanyak 60.275 ton, gula pasir 250 ton, minyak goreng 33.876 liter, daging sapi 554 ton, daging ayam 788 ton.
Lalu, cabai merah keriting 25 ton, cabai rawit merah 24 ton, cabai rawit hijau 7 ton, bawang merah 89 ton, dan bawang putih sebanyak 36 ton.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025