Trump: AS tak ingin bertemu Iran hingga siap serius bahas nuklir

1 month ago 5

Hamilton (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mengatakan Washington “tidak tertarik” mengadakan pertemuan dengan Iran sampai Teheran siap menggelar perundingan nuklir yang “bermakna”.

Saat berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengklaim Iran "sangat ingin" bertemu dengan Amerika Serikat, tetapi belum menawarkan bentuk dialog yang diinginkan Washington.

"Mereka sangat ingin bertemu, dan sampai mereka siap bertemu dengan cara yang bermakna, kami sama sekali tidak tertarik,” kata Trump.

Sambil menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah melemahkan mereka pada tingkat yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

“Jika kami berhenti sekarang, Iran akan membutuhkan waktu 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali,” ujarnya.

Trump menambahkan bahwa perang yang dilakukan AS terhadap Iran belum selesai sama sekali.

Ia juga mengklaim tindakan Washington terhadap Iran memiliki dampak besar dan menyatakan bahwa jika pemerintahannya tidak bertindak, maka Israel tidak akan ada.

Dengan membandingkan operasi terhadap Iran dengan operasi AS di Venezuela, Trump mengatakan, “Yang ini, Iran, jauh lebih besar.”

“Dan sejujurnya, mereka belum melihat apa pun. Kami masih bersikap baik," tambahnya.

Ketika ditanya apakah Iran telah memindahkan sentrifus nuklir ke Pickaxe Mountain, Trump menjawab, “Saya pikir mungkin saja. Kami tidak memiliki catatan yang memastikan hal itu.”

Ia mengatakan laporan mengenai sentrifus tersebut tidak berarti apa-apa kecuali mereka memiliki material nuklir.

“Kami melacak materialnya. Di situlah inti persoalannya, dan kemungkinan besar kami akan mendatangi wilayah itu dalam waktu dekat,” tambahnya.

“Biasanya saya tidak akan mengatakan ini. Jika saya pikir mereka bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya, saya tidak akan pernah mengatakannya. Namun kami akan menyerang wilayah itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar,” tambah Trump.

Pekan lalu, Trump menerima pengarahan di Situation Room mengenai sejumlah strategi yang dipertimbangkan untuk meningkatkan eskalasi konflik.

Di antara opsi yang dibahas adalah operasi untuk merebut Pulau Kharg, terminal utama ekspor minyak Iran, serta serangan udara terhadap fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain.

Amerika Serikat telah meningkatkan serangan terhadap Iran sejak pekan lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di beberapa negara kawasan.

Baku tembak antara AS dan Iran terjadi meskipun kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai yang bersifat permanen.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menhan AS sebut perang Iran telan biaya 37,5 miliar Dolar AS

Baca juga: Iran serang situs radar di Kuwait

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |