Situasi di Tepi Barat memburuk, Irlandia desak kepedulian dunia

4 hours ago 3

Jenewa (ANTARA) - Irlandia mendesak masyarakat dunia untuk terus peduli pada meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel.

"Kita harus tetap fokus pada memburuknya situasi di Tepi Barat," kata Menteri Negara Irlandia untuk Pembangunan Internasional dan Diaspora Neale Richmond dalam pertemuan tingkat tinggi (HLS) sesi ke-58 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, Swiss, pada Selasa (25/2).

Israel mengusir penduduk di tiga kamp pengungsi di wilayah pendudukan Tepi Barat sebagai bagian dari operasi militer yang telah berlangsung satu bulan.

Sebelumnya, Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel, mengumumkan bahwa ketiga kamp itu sekarang "kosong" dan akan ditempati pasukan Israel selama satu tahun ke depan.

Menyoal konflik di Jalur Gaza yang kini meluas ke Tepi Barat, Richmond menekankan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, diterapkan sepenuhnya, termasuk "pembebasan seluruh sandera".

"Bantuan kemanusiaan juga harus terus masuk dalam skala besar, layanan dasar harus disediakan, dan harus ada kerangka kerja bagi kepulangan penduduk yang terusir dari rumah mereka di Gaza," katanya, menambahkan.

Richmond menegaskan hanya solusi dua negara yang mampu menciptakan perdamaian abadi antara Israel dan Palestina.

Terkait Ukraina, dia mengecam "perang agresi yang brutal dan ilegal" oleh Rusia dan menegaskan kembali dukungan Irlandia pada kedaulatan Ukraina.

Dia menyerukan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang terjadi dalam konflik bersenjata itu.

Richmond juga menyoroti situasi HAM di Sudan, Yaman, dan Afghanistan.

Dia menutup pidatonya dengan mengumumkan pencalonan Irlandia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2027-2029.

Dia berjanji akan memperjuangkan akuntabilitas, multilateralisme, dan HAM bagi masyarakat dunia.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Irlandia akan ikut gugat Israel atas dugaan genosida di Gaza
Baca juga: Spanyol, Belgia, Irlandia, Malta tuntut sikap tegas Uni Eropa di Gaza

Penerjemah: Primayanti
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |