Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengajak anak-anak muda untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas terdekat demi mengetahui kondisi kesehatan tubuh sekaligus sebagai langkah deteksi dini penyakit kronis.
Dito, sapaan akrab Menpora, menjelaskan cek kesehatan gratis yang merupakan program prioritas pemerintah merupakan strategi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan generasi muda yang nantinya menjadi penerus bangsa tumbuh sebagai anak-anak yang sehat dan bugar.
"Saya mengimbau untuk seluruh anak muda, khususnya anak-anak di seluruh pelosok Indonesia, jangan melewatkan cek kesehatan gratis karena ini sangat baik. Kita bisa melakukan tindakan preventif, dan ini juga selaras dengan keinginan Bapak Presiden menuju Indonesia Emas. Indonesia juga harus bugar (anak-anaknya, red.)," kata Menpora saat ditemui di sela peninjauan kegiatan cek kesehatan gratis di Jakarta, Rabu.
Dito melanjutkan masyarakat dari seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak muda, dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis itu saat mereka berulang tahun. Layanan itu dapat dimanfaatkan selama periode 30 hari setelah berulang tahun.
"Jadi, jangan lupa ikut cek kesehatan gratis saat hari ulang tahun yang spesial," kata Menpora.
Baca juga: Menkes: Cek kesehatan gratis jalan seperti biasa selama bulan puasa
Cek kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas merupakan salah satu program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sejak 10 Februari 2025.
Beberapa persyaratan yang perlu dibawa oleh pengguna layanan mencakup KTP, kartu identitas anak (KIA), atau kartu keluarga (KK).
Masyarakat yang ingin menikmati layanan itu dapat datang langsung ke puskesmas terdekat sesuai dengan alamat KTP-nya atau mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile, atau menghubungi nomor WhatsApp 081110500567 yang nantinya akan diarahkan lebih lanjut oleh operator.
Layanan cek kesehatan gratis diberikan kepada masyarakat sesuai dengan kelompok usia. Daftar pengecekan yang diberikan untuk kelompok bayi baru lahir mencakup deteksi dini hormon tiroid, G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency atau defisiensi enzim G6PD), penyakit jantung bawaan, dan skrining untuk memantau pertumbuhan anak.
Kelompok balita dan anak prasekolah mendapatkan pemeriksaan berupa skrining tuberkulosis (penyakit infeksi paru), pemeriksaan pendengaran, penglihatan, dan kondisi gigi. Jika diperlukan, anak-anak kelompok usia itu juga dapat menjalani pemeriksaan untuk deteksi thalasemia (kelainan darah), dan diabetes melitus (penyakit gula darah tinggi).
Kategori lainnya, kelompok remaja dan dewasa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, di antaranya meliputi cek tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, pemantauan risiko kardiovaskular (masalah terkait dengan jantung dan pembuluh darah), fungsi paru untuk mendeteksi tuberkulosis dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), serta deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus.
Terakhir, kelompok warga lanjut usia (lansia) dapat menerima layanan pemeriksaan fungsi indra (pendengaran, penglihatan), kesehatan jiwa, hati, geriatri (penilaian kesehatan orang tua), deteksi gangguan kardiovaskular, paru, dan kanker.
Baca juga: Kemenkes siapkan deteksi lima jenis kanker pada Cek Kesehatan Gratis
Baca juga: Wapres ajak warga cek kesehatan saat tinjau puskesmas di Kelapa Gading
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025