Moskow (ANTARA) - Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepenuhnya memahami akar penyebab krisis di Eropa dan tidak mendukung upaya negara-negara Barat untuk mengisolasi Rusia, demikian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
“Saya dapat memastikan bahwa mereka memahami akar penyebab atas apa yang terjadi di sana, sementara orang-orang Eropa sendiri bahkan tidak ingin melihat apa yang telah mereka lakukan dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab,” kata Zakharova dalam wawancara dengan Sputnik Radio pada Rabu.
Menurut dia, sejumlah pejabat yang mewakili negara mereka dan terlibat dalam politik internasional saat ini, terutama di kawasan Asia-Pasifik dan Asia Tenggara, sangat memahami posisi Rusia dan apa yang sedang terjadi di dunia.
"Mereka benar-benar menyadarinya. Tidak ada isolasi terhadap Rusia di kawasan itu, bahkan sebagai sebuah konsep,” tambahnya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tiba di Manila pada Selasa untuk menghadiri serangkaian pertemuan yang diselenggarakan ASEAN.
Selama kunjungan tersebut, Lavrov dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral, menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, mengikuti konsultasi Rusia–ASEAN, serta berpartisipasi dalam East Asia Summit dan ASEAN Regional Forum yang membahas isu-isu keamanan.
“Kami telah mempublikasikan foto-foto dari jamuan makan malam gala kemarin. Lihat saja bagaimana Sergey Viktorovich Lavrov disambut. Ia memasuki ruangan ketika semua peserta sudah duduk, tetapi bagian resminya belum dimulai. Dalam foto terlihat sekitar 10 hingga 15 orang berdiri dan berkumpul di sekelilingnya,” ujar Zakharova.
Zakharova menambahkan bahwa mereka yang menyambut Lavrov merupakan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN serta peserta dari negara-negara mitra dialog.
Menurutnya, sambutan tersebut merupakan indikator sikap para pemimpin kawasan terhadap apa yang sedang terjadi di benua Eropa.
ASEAN didirikan pada 1967 dan saat ini beranggotakan 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, Timor-Leste, Vietnam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rubio tegaskan kembali komitmen AS terhadap ASEAN
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































