Doha (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Qatar pada Rabu (18/3) menggambarkan serangan Israel terhadap ladang gas utama mereka bersama Iran sebagai "langkah berbahaya dan tidak bertanggung jawab."
"Penargetan Israel terhadap fasilitas-fasilitas yang terkait dengan ladang South Pars Iran, perpanjangan dari Ladang Utara Qatar, adalah sebuah langkah yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab di tengah eskalasi militer di kawasan saat ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, di platform X.
Ia memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi merupakan "ancaman terhadap keamanan energi global, dan rakyat di kawasan tersebut dan lingkungannya".
Kemenlu Qatar mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk menghindari serangan terhadap infrastruktur vital, menahan diri, mematuhi hukum internasional, dan mengambil langkah-langkah untuk meredakan krisis di kawasan.
Sebelumnya pada hari itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas energi di ladang gas South Pars, yang terbesar di Iran. Mereka juga menyerang zona industri Asaluyeh, yang menjadi lokasi pemrosesan gas.
Kebakaran dilaporkan terjadi di Asaluyeh setelah tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan terkena serangan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kemlu: Qatar tidak berperang dengan Iran, hanya bela diri
Baca juga: Qatar keluarkan perintah evakuasi di tengah serangan misil
Baca juga: Qatar bantah putus komunikasi dengan Iran
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































