Istanbul (ANTARA) - Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat mulai meluncurkan program percontohan dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone untuk merespons insiden penembakan di sekolah-sekolah, menurut laporan media.
Perusahaan sistem keamanan berbasis drone, Campus Guardian Angel, mengembangkan pesawat nirawak dengan menggunakan peralatan non-mematikan, seperti sirene, lampu strobo, dan semprotan merica, untuk melumpuhkan tersangka.
Pesawat nirawak tersebut juga dapat dioperasikan dari jarak jauh dengan menggunakan sistem kamera sekolah.
Program percontohan itu akan berlangsung selama satu tahun dengan biaya sekitar 8 dolar AS (Rp139 ribu) per siswa.
Baca juga: Satu orang tewas dalam aksi penembakan di kampus Virginia, AS
Media Just the News, Sabtu (2/5), melaporkan bahwa negara bagian Florida mengalokasikan dana sebesar 557.000 dolar AS (Rp9,6 milyar) untuk menerapkan sistem tersebut di Broward, Leon, dan Volusia County.
Deltona High School akan menjadi sekolah pertama yang mengaktifkan pesawat nirawak tersebut.
Sementara itu, negara bagian Georgia menyetujui anggaran senilai 550.000 dolar AS (Rp9,5 milyar) untuk program serupa di lima sekolah menengah atas yang masih akan ditentukan.
"Georgia bergerak dari tahap pembicaraan awal hingga pendanaan program percontohan melalui legislatif hanya dalam waktu sekitar 120 hari," kata CEO Campus Guardian Angel, Justin Marston, kepada The Center Square.
Marston mengatakan minat terhadap program serupa juga meningkat di negara bagian lain.
"Kami memperkirakan akan ada perkembangan di Texas tahun depan," ujarnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Penembakan di Colorado, AS cederai dua pelajar, tewaskan pelaku
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































