Pemprov Jatim deklarasi Gerakan Bersama Penurunan AKI di Banyuwangi

2 hours ago 4

Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjamin keselamatan ibu dan anak salah satunya dengan deklarasi Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu.

Dalam kegiatan deklarasi yang digelar di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, itu dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ratna Susianawati, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur Imam Hidayat dan lainnya.

Sekretaris Kementerian PPPA, Ratna Susianawati menyampaikan upaya penurunan AKI memang harus dilakukan dengan kerja kolaboratif karena membutuhkan peran serta banyak pihak dalam pelaksanaannya.

"Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) harus dilakukan secara crosscutting, tidak bisa dikerjakan sendiri namun dengan mendorong sistem," katanya.

Ratna menegaskan bahwa menurunkan AKI bukan hanya program satu kementerian perangkat daerah tapi program multipihak, dan target 5 tahun ke depan dalam RPJPN adalah menurunkan AKI nasional dari 189/100 ribu kelahiran hidup menjadi 122/100 ribu kelahiran.

"Ini jadi target yang tidak mudah, namun kami yakin apa yang hari ini dimulai di Banyuwangi akan menjadi inovasi yang dapat dicontoh oleh daerah lain, dan Banyuwangi menjadi langkah awal untuk pelaksanaan gerakan," katanya.

Baca juga: Kemendukbangga: Hari Kartini momentum perkuat kolaborasi tekan AKI-AKB

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur Imam Hidayat menyampaikan terima kasih karena Banyuwangi telah menjadi titik awal pelaksanaan deklarasi.

Deklarasi yang digelar bagian peringatan Hari Kartini ini sebagai komitmen bergerak bersama menurunkan angka kematian ibu dan anak.

"Keselamatan ibu prioritas utama menurunkan AKI perlu lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, provinsi, pemda, kader, tokoh masyarakat, dukungan keluarga dan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan, Banyuwangi terus berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah penurunan AKI secara sinergis.

Ia mencontohkan yang dilakukan Banyuwangi yakni dengan mewujudkan akses layanan kesehatan merata, hingga mendorong keterlibatan kader, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai kader di lingkungan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan literasi bagi calon ibu dan juga ibu hamil.

"Saat ini memang masih ada permasalahan AKI di Banyuwangi, namun pemkab terus berupaya untuk menekan kasusnya dengan berbagai langkah dan melibatkan banyak pihak," ujar Ipuk.

Baca juga: Pemkab Banyumas genjot penguatan posyandu dan pencegahan stunting

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |