Minim determinasi sebabkan Arema FC kalah dari Persik

2 hours ago 2

Gresik (ANTARA) - Pelatih Arema FC Marcos Santos menilai penyebab kekalahan 2-3 timnya dari Persik Kediri adalah para pemain tampil minim intensitas dan determinasi pada babak pertama sebelum bangkit pada babak kedua.

“Pada jeda pertandingan saya harus menegur para pemain agar bereaksi. Jika tidak, kami bisa menanggung malu lagi,” kata Marcos dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu.

Ia menjelaskan, teguran keras saat turun minum menjadi titik balik yang membuat Arema tampil lebih agresif setelah jeda.

Menurut dia, perubahan sikap para pemain pada babak kedua membuat timnya mencetak dua gol balasan.

“Pemain pada babak pertama belum siap. Setelah jeda mereka mencoba bereaksi dan kembali masuk ke dalam permainan,” ucapnya.

Ia menegaskan Arema FC tetap menargetkan hasil maksimal pada sisa pertandingan musim ini meski sudah aman dari ancaman degradasi.

Menurut dia, situasi tersebut membuat sebagian pemain terlalu santai dalam beberapa laga terakhir.

Baca juga: Persik optimistis hadapi sisa kompetisi

“Kami harus terus mencari poin untuk memperbaiki posisi klasemen sekaligus melihat pemain untuk musim depan,” tuturnya.

Pemain Arema Walisson Maia mengakui timnya tampil jauh di bawah standar pada babak pertama.

Ia menilai tiga gol yang dicetak Persik seharusnya dapat dihindari apabila seluruh pemain lebih fokus sejak menit awal.

“Babak pertama kami sangat jauh dari apa yang mampu kami lakukan,” katanya.

Bek asal Brasil itu mengatakan teguran pelatih saat jeda pertandingan membangkitkan semangat para pemain untuk memperbaiki permainan.

“Kami mencoba membalikkan keadaan dan punya peluang menyamakan skor. Sekarang kami harus evaluasi dan fokus ke laga berikutnya,” tutup Walisson.

Baca juga: Ernesto Gomez cetak dua gol saat Persik kalahkan Arema 3-2

Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |