Jakarta (ANTARA) - Sukatani, sebuah band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal ini terjadi setelah lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar viral di media sosial. Lagu tersebut menarik perhatian karena liriknya yang blak-blakan mengkritik praktik pungutan liar oleh oknum polisi.
Band ini terdiri dari dua personel yaitu Novi Citra Indriyati, yang dikenal dengan nama Twister Angel, sebagai vokalis, dan Muhammad Syifa Al Lutfi, atau Alectroguy, sebagai gitaris.
Dengan formasi ini, mereka berhasil menciptakan musik yang tidak hanya berenergi, tetapi juga sarat dengan kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Baca juga: Deretan lagu karya musisi Indonesia yang pernah dilarang
Profil singkat dua personel band Sukatani
1. Novi Citra Indriyati (Twister Angel)
Novi, yang akrab disapa Ovi, telah lama berkecimpung di dunia musik, khususnya dalam skena punk di Purwokerto sejak 2013. Sebelum bergabung dengan Sukatani, ia pernah menjadi vokalis di salah satu band lokal di Purwokerto.
Selain berkarier di musik, Ovi merupakan alumni STAIN Purwokerto dengan jurusan Pendidikan Guru Madrasah IbIbtidaiya. Dirinya juga adalah seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Banjarnegara, Jawa Tengah
2. Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy)
Al, sapaan akrab Muhammad Syifa Al Lutfi, berperan sebagai gitaris dan produser di Sukatani. Ia memiliki latar belakang sebagai musisi dan produser musik, dengan ketertarikan khusus pada genre punk dan new wave. Kemampuannya dalam meramu aransemen dan eksplorasi suara menjadi salah satu elemen kunci dalam karakter musik band ini.
Baca juga: Kapolri ajak Band Sukatani jadi duta Polri
Kolaborasinya dengan Ovi dimulai ketika mereka memutuskan untuk menciptakan lagu bersama. Dari kerja sama tersebut, lahirlah Sukatani sebagai wadah bagi mereka untuk menyalurkan ide-ide musikal dan kritik sosial melalui musik yang energik dan penuh makna.
Asal usul dan ciri khas gaya bermusik
Band ini dibentuk pada Oktober 2022, Sukatani mengusung genre punk dengan sentuhan new wave dan elemen elektronik. Perpaduan ini menciptakan karakter musik yang unik, menggabungkan energi khas punk dengan nuansa modern yang lebih eksperimental.
Nama Sukatani diambil dari sebuah desa di Purbalingga yang dikenal akan kesuburan dan ketenteramannya. Nama ini mencerminkan harapan band untuk membawa kesejahteraan melalui musik mereka, sekaligus menjadi simbol perlawanan dengan pesan-pesan sosial yang kuat.
Dalam setiap penampilannya, kedua personel kerap menggunakan topeng. Elemen ini tidak hanya menambah kesan misterius, tetapi juga menciptakan identitas visual yang unik bagi mereka.
Topeng tersebut akhirnya menjadi ciri khas tersendiri bagi Sukatani. Selain menarik perhatian, penggunaan topeng juga memperkuat pesan bahwa musik merekalah yang utama, bukan sekadar sosok di baliknya.
Baca juga: Sukatani, efek Streisand dan teori-teori komunikasi
Baca juga: Profil band Sukatani, dari kritik hingga tawaran jadi duta Polri
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025