Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan melepas kontingen Indonesia yang berkekuatan 430 atlet dari 35 cabang olahraga di Istana Merdeka Jakarta untuk berkompetisi dalam Asian Games ke-20 di Jepang.
Erick saat tiba di kompleks Istana Merdeka Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa dari total keseluruhan rombongan yang diberangkatkan, jumlah atlet yang hadir secara langsung dalam prosesi pelepasan resmi di Istana Merdeka berjumlah kurang lebih 281 orang.
Penyesuaian jumlah anggota kontingen yang hadir tersebut terjadi karena sebagian anggota kontingen sudah berada di lokasi pertandingan maupun menjalani pemusatan latihan di luar negeri.
Ajang olahraga multicabang terbesar se-Asia edisi ke-20 ini dijadwalkan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang pada 19 September hingga 3 Oktober 2026.
Beberapa cabang olahraga yang dilaporkan telah berada di lokasi antara lain tim bola basket serta cabang olahraga wushu yang tengah melakoni training camp.
Baca juga: Rizki Juniansyah debut di Asian Games 2026 dengan tantangan kelas baru
Sementara itu, untuk cabang olahraga bulu tangkis dijadwalkan menyusul keberangkatan guna menjalani persiapan serupa sebelum kompetisi dimulai.
Erick menegaskan keberhasilan pembinaan para atlet saat ini tidak lepas dari dukungan penuh yang telah diberikan oleh Kepala Negara.
"Jadi alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Presiden, sekarang yang namanya pemusatan latihan nasional itu kita sudah punya spesifikasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem tata kelola pelatnas kini telah terstruktur dengan jelas untuk jenjang Olimpiade, Asian Games, hingga SEA Games, serta tidak lagi hanya berperan sebagai payung organisasi semata.
Saat ditanya mengenai target medali maupun besaran bonus yang akan dialokasikan bagi para atlet berprestasi, Menpora enggan membeberkan perincian tersebut di luar area acara.
"Nanti, biar di dalam," ucap Erick singkat.
Baca juga: Amelly punya modal kenal trek untuk pertahankan emas BMX
Baca juga: Pelatih timnas voli janjikan kejutan besar di Asian Games 2026
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































