Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat memperluas daftar barang Kanada yang dikenai tarif 50 persen, termasuk keju, bahan bangunan, furnitur, mobil, perlengkapan penerangan, dan berbagai produk lainnya.
“Setelah mempertimbangkan informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disampaikan oleh pejabat senior cabang eksekutif, serta informasi dan pertimbangan relevan lainnya, saya menentukan bahwa kepentingan publik mengharuskan perubahan cakupan produk yang dikenai bea tambahan ad valorem,” kata Presiden Donald Trump di situs resmi Gedung Putih.
Berdasarkan lampiran yang ditinjau RIA Novosti, AS menambahkan lebih dari 70 jenis barang ke dalam daftar produk yang dikenai tarif tersebut.
Barang-barang itu mencakup produk pertanian, kertas dan karton, struktur logam, produk aluminium dan logam dasar, kendaraan termasuk kereta golf, serta berbagai jenis furnitur dan perlengkapan penerangan.
Tarif baru tersebut berlaku untuk barang yang diimpor ke Amerika Serikat mulai 15 September 2026.
Namun, delapan kategori produk dikecualikan dari tarif 50 persen, antara lain garam, semen, timbal, dan komponen alat pancing.
Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan larangan total impor sepeda motor berat dari Kanada serta sejumlah produk susu dan makanan tertentu mulai 29 September.
Berdasarkan lampiran dokumen tersebut, larangan impor mencakup sepeda motor berat dan moped Kanada dengan kapasitas mesin lebih dari 800 cc, bir nonalkohol, molase tebu dan jenis lainnya, serta bahan baku susu.
Produk susu yang dilarang termasuk konsentrat protein whey serta whey cair, kering, dan termodifikasi.
Pada 21 Agustus, perundingan perdagangan antara AS dan Kanada berakhir tanpa kesepakatan. Washington dan Ottawa saling menyalahkan atas kegagalan tersebut, dengan masing-masing menuding adanya perubahan tuntutan pada tahap akhir.
Sehari kemudian, AS mulai mengenakan tarif 50 persen terhadap barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS.
Kanada kemudian menerapkan tarif balasan mulai 8 September, terutama terhadap baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik AS.
Sumber: Sputnik
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































