BCA: Masyarakat Indonesia semakin paham perlunya lakukan investasi

2 hours ago 4
BCA memberikan kemudahan bagi investor pemula yang dapat menanamkan modal hanya dengan Rp10 ribu untuk reksa dana, hingga minimal Rp1 juta untuk obligasi

Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Haryanto T Budiman mengatakan masyarakat Indonesia semakin paham perlunya melakukan investasi.

Dia melaporkan bahwa asset under management BCA pada tahun 2022 sebesar Rp139, triliun, yang kemudian meningkat menjadi Rp339 triliun per Juni 2026.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, ada peningkatan 16 persen. Kalau kita lihat dana pihak ketiga kita juga tumbuh dengan baik, CASA (Current Account Saving Account) kita juga tumbuh dengan baik, tapi investment juga tumbuh dengan baik. Itu menunjukkan bahwa masyarakat di Indonesia ini semakin paham perlunya untuk melakukan investasi,” katanya dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu.

Di BCA sendiri, lanjutnya, semua segmen disebut melakukan investasi. Jika dilihat dari jumlah investor, paling banyak terlibat di mass market. Namun, kalau dari size investment, segmen investor di atas mass market memiliki investasi lebih besar.

Dalam kesempatan tersebut, Haryanto menekankan bahwa BCA memberikan kemudahan bagi investor pemula yang dapat menanamkan modal hanya dengan Rp10 ribu untuk reksa dana, hingga minimal Rp1 juta untuk obligasi.

“Ini memberikan kemudahan pada para nasabah, termasuk kepada teman-teman media kalau mau investasi menggunakan MyBCA. Jadi itu menyebabkan kenapa jumlah investor kita terus-menerus meningkat setiap tahunnya, dan ini suatu tren yang baik karena investasi ini harus dipupuk sejak usia muda, supaya menjadi suatu kebiasaan yang baik,” ungkap dia.

Baca juga: BCA siap mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel

Haryanto juga menyampaikan bahwa kendati minat investasi generasi muda di Indonesia yang cenderung lebih rendah dibandingkan anak-anak muda di negara maju, namun ada peluang sangat besar karena penetrasi investasi dapat semakin ditingkatkan.

“Dengan kita melakukan Wealth Summit, apalagi sesi online, ini sengaja kita (pilih) topiknya yang relevan untuk generasi muda, untuk gen Z. Jadi, mereka bisa mengerti mengenai produk-produk investasi dengan cara yang sangat mudah dimengerti, dan ini kita ingin supaya penetrasi investasi ini semakin tinggi untuk anak-anak muda,” ujar Direktur BCA.

Salah satu topik yang akan dibahas terkait alternatif investasi seperti tentang komoditas, art investment, emas, hingga kripto.

“Jadi mereka bisa paham berbagai tipe investasi yang ada di dunia saat ini, dan kita juga ingin nasabah semakin peka dan semakin hati-hati terhadap investasi bodong yang menjanjikan return yang tidak masuk akal, ujung-ujungnya adalah ponzi, ujung-ujungnya nasabah yang dirugikan,” ucap Haryanto.

Penyelenggaraan BCA Wealth Summit 2026 berlangsung secara hybrid. Sesi luring (offline) dilaksanakan pada 16 – 17 September 2026 yang akan dihadiri oleh nasabah undangan, dilanjutkan dengan sesi daring (online) pada 18 September hingga 2 Oktober 2026 melalui website bca.id/wealthsummit, yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan nasabah BCA.

Baca juga: BCA tebar dividen interim Rp3,07 triliun pada kuartal III 2026

Baca juga: BCA catat porsi pembiayaan EV naik hingga 2 kali lipat

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |