Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur menyelesaikan pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) Komunal di wilayah RT 01/ RW 02 Kelurahan Cipinang Besar Utara (CBU), Jatinegara.
"Dengan adanya MCK Komunal ini warga tidak lagi membuang tinja ke kali. Saya ucapkan terima kasih kepada PMI dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk yang telah membangun MCK Komunal ini," kata Camat Jatinegara Endang Kartika Lurah CBU Agung Budi Santoso di Jakarta, Jumat.
Endang menyebut, pembangunan MCK tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi penyakit akibat sanitasi buruk dan mencegah buang air besar sembarangan (BABS).
Selain itu, MCK juga mampu menciptakan lingkungan lebih bersih dan sehat, serta memenuhi kebutuhan dasar sanitasi layak bagi warga di pemukiman padat penduduk, sekaligus mendorong kebersamaan dan interaksi sosial.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Timur HR Krisdianto menjelaskan, pembangunan MCK Komunal ini merupakan bagian dari program CSR PT Hexindo Adiperkasa Tbk. bertajuk Hygiene for All 2025 untuk meningkatkan akses sanitasi layak, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Ini wujud nyata kolaborasi kami dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan," kata Krisdianto.
Pemenuhan kebutuhan sanitasi, menurut Krisdianto, merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui kolaborasi dengan dunia usaha, kami terus berupaya menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan dasar warga," ujar Krisdianto.
MCK Komunal ini dilengkapi dengan lima toilet, dua kamar mandi dan tiga keran untuk mencuci pakaian.
Pembangunan MCK ini dimulai 12 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026 dengan anggaran Rp50 juta.
Baca juga: Pemprov DKI harus jaga sanitasi kota terutama saat musim hujan
Baca juga: Stop BABS dan jaga sanitasi cegah infeksi cacing pada tubuh
Baca juga: Pemprov DKI dorong sanitasi aman dan layak imbas ratusan KK masih BABS
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































