Jakarta (ANTARA) - Ahli Gizi Karishmma Chawla merekomendasikan beberapa pilihan jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemik yang rendah daripada beras putih pada umumnya.
Dikutip dari Hindustan Times, Jumat, pilihan beras ini juga mampu memberikan rasa dan nutrisi tanpa kekhawatiran adanya lonjakan gula darah.
Adapun glikemiks indeks (GI) merupakan klasifikasi berdasarkan seberapa cepat karbohidrat mampu meningkatkan kadar gula darah setelah makan. Makanan dengan nilai GI tinggi bisa diserap dengan cepat dan menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, sebaliknya makanan dengan GI rendah dicerna lebih lambat sehingga peningkatan kadar gula terjadi lebih bertahap.
Baca juga: Pemkot Pontianak mendukung budi daya sorgum alternatif pengganti beras
Nasi merah
Dengan kadar GI 45-52, nasi ini mampu mengelola kadar gula darah, kaya akan serat, protein dan antioksidan sehingga mampu mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar gula darah menjadi stabil.
Beras liar
Ini merupakan sejenis biji rumput dengan kadar GI 35-40 yang membantu mengontrol gula darah, membuat merasa kenyang.
Baca juga: Pemkot Semarang gelar festival pendamping beras "Pisang Legi"
Beras hitam
Dengan kadar GI 35-45, beras ini kaya akan serat dan dan antioksidan yang mengurangi stres oksidatif terutama bagi penderita diabetes.
Beras basmati
Beras ini memiliki GI sedang dan cocok bagi penderita diabetes.
Baca juga: Pemprov: Ubi kayu dapat jadi pangan pengganti beras di Sumatera Utara
Baca juga: Menuju terwujudnya diversifikasi pangan nusantara
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































