Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyambut baik minat para pengusaha asal Vietnam yang berencana menjadikan wilayah Banten sebagai salah satu pusat pengembangan investasi unggulan di Indonesia.
Gubernur Banten Andra Soni, di Serang, Selasa, mengatakan bahwa Banten menawarkan banyak nilai tambah dan keuntungan bagi para investor, mulai dari lokasinya yang strategis karena berbatasan langsung dengan Jakarta, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
"Infrastruktur pelabuhan, bandara, dan akses jalan tol kita sangat memadai. Oleh karena itu, seiring dengan semakin kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, Pemprov Banten berkomitmen mempermudah dan membantu kelancaran masuknya para investor," kata Andra usai menerima kunjungan Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja di Gedung Negara Pemprov Banten, Kota Serang.
Gubernur membeberkan, berdasarkan hasil diskusi awal, pihak Vietnam menaruh minat yang kuat untuk menanamkan modal pada tiga sektor strategis di Banten, yaitu manufaktur, properti (real estate), dan peternakan sapi perah.
Baca juga: RI dan Vietnam targetkan nilai perdagangan Rp325 T di 2028
Khusus untuk sektor peternakan sapi perah, Andra menilai potensinya sangat besar, terutama untuk mendukung pemenuhan pasokan gizi masyarakat.
"Apalagi kalau kita melihat suplai kebutuhan susu seiring dengan bergulir nya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalau investor Vietnam berinvestasi di Banten, kita bisa memproduksi susu sendiri dengan standar teknologi mereka yang mumpuni," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, Pemprov Banten tengah menyiapkan dialog intensif melalui ajang Banten Investment Forum, yang dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten pada Oktober mendatang.
"Ini baru tahap awal, kita terus membangun komunikasi. Nanti setelah ini kita akan adakan dialog karena banyak pengusaha di sana yang meminta informasi komprehensif terkait potensi investasi di Provinsi Banten," tuturnya.
Baca juga: CT Group Vietnam bidik kemitraan strategis jangka panjang di Indonesia
Sementara itu, perwakilan Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk Negara Vietnam dan Kamboja Edwin Setiawan Tjie mengonfirmasi tingginya atensi pengusaha Vietnam terhadap Banten akibat letak geografisnya yang strategis dan prospek usahanya yang masih terbuka lebar.
"Basis pasarnya juga tergolong sangat luas. Mengingat pasar Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, hal itulah yang membuat para investor Vietnam sangat tertarik dan meminta informasi sedetil mungkin terkait Banten," kata Edwin.
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































