Pelatih: Tenis kursi roda bisa raih dua medali ASEAN Para Games 2025

8 hours ago 4
Dari tiga nomor yang dipertandingkan di Thailand, kami tidak menargetkan untuk emas, tetapi berusaha untuk merebut minimal perak di tunggal putri dan perunggu untuk ganda putra

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim tenis kursi roda (wheelchair tennis) Indonesia Satria Yuda Gontara mengatakan bahwa skuad Merah Putih mampu meraih minimal dua medali dari cabang olahraga tersebut, dalam ASEAN Para Games Thailand 2025, pada 20-26 Januari.

Dia menyatakan, dalam edisi 2025, cabang olahraga tersebut hanya mempertandingkan tiga nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, serta ganda putra sehingga kondisi itu membuat Indonesia harus menyesuaikan target realistis dengan kekuatan pesaing.

"Dari tiga nomor yang dipertandingkan di Thailand, kami tidak menargetkan untuk emas, tetapi berusaha untuk merebut minimal perak di tunggal putri dan perunggu untuk ganda putra," kata Satria di Solo, Minggu.

Baca juga: Menpora yakin Indonesia raih target 82 emas di ASEAN Para Games 2025

Dia menjabarkan, Indonesia belum bisa secara realistis membidik medali emas karena kekuatan lawan yang masih lebih unggul.

Pada nomor tunggal putri, atlet Thailand saat ini menempati peringkat pertama Asia Tenggara, sedangkan Indonesia berada di posisi kedua.

Sedangkan, di tunggal putra terdapat juara bertahan dari Malaysia yang memiliki pengalaman tampil di Paralimpiade Paris 2024, serta sejumlah kejuaraan internasional.

Sementara untuk nomor ganda putra, persaingan juga dinilai masih berat untuk merebut posisi teratas.

Baca juga: Pesan Menpora bagi kontingen ASEAN Para Games 2025: Jangan gentar

Meski demikian, pelatih itu menegaskan persiapan tim tetap dilakukan secara maksimal, baik dari aspek mental, teknik, maupun strategi melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang telah berlangsung selama dua bulan.

Dia mengungkapkan, Indonesia sebelumnya menargetkan satu medali emas dari nomor ganda putri. Namun, nomor tersebut tidak dipertandingkan pada edisi Thailand, sehingga target harus disesuaikan.

Kalau untuk usia, tambah dia, atlet Indonesia rata-rata berumur 30-an, sehingga pengalaman mereka menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi dan mental bertanding.

Sementara itu, dalam ajang se-Asia Tenggara tersebut, Indonesia menurunkan total empat atlet yang terdiri atas dua putra dan putri guna tampil membela negara. Mereka adalah Kevin Sanjaya, Agus Fitriadi, Siti Hanna Komala Sari, dan Ndaru Patma Putri.

Baca juga: Senny Marbun ungkap alasan tak targetkan juara umum ASEAN Para Games

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |