Wapres Gibran perkuat pesantren jadi pusat ekonomi berbasis teknologi

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memperkuat kapasitas pesantren di Tanah Air untuk menjadi pusat ekonomi dan bisnis nasional melalui penguasaan teknologi.

Hal itu disampaikan Wapres saat mengunjungi Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, saat melakukan rangkaian Safari Ramadhan pada Selasa.

"Di tengah era kemajuan teknologi yang semakin masif ini, kita ingin pesantren juga mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi, baik di bidang pertanian modern, peternakan modern, robotic, blockchain, dan AI," ujar Wapres dalam keterangannya di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres bersilaturahmi dengan Pengasuh Pesantren Al Hamid K.H. Lukman Hakim Hamid, jajaran pengurus, serta para santri.

Baca juga: Kenang Try Sutrisno, Gibran: Pengabdiannya jadi sejarah penting bangsa

Dalam berbagai kesempatan, Wapres menekankan pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman, terutama di tengah percepatan kemajuan teknologi.

"Para santri harus mampu menjadi pencipta peluang, menjadi pelopor inovasi yang menciptakan solusi, serta menjadi bagian dari perubahan, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat pada diri para santri," katanya.

Wapres mengatakan bahwa penguatan kapasitas pesantren perlu dilakukan secara komprehensif. Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi bersama.

"Memang masih banyak hal yang harus kita perbaiki bersama, mulai dari tata kelola pondok pesantren, aksesibilitas terhadap teknologi dan pelatihan, aksesibilitas permodalan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren, serta berbagai program bantuan pemerintah, seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar), MBG (Makan Bergizi Gratis), CKG (Cek kesehatan Gratis), dan lain lain," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |