Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin stok batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT PLN (persero) masih aman hingga April 2026.
“Untuk kebutuhan PLN, saya memastikan bahwa sampai dengan bulan Maret, April, no issue (tidak ada masalah),” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.
Pemerintah pun, lanjut dia, terus mengikuti perkembangan kebutuhan batu bara PLN. Pernyataan Bahlil terkait dengan kabar PLN yang mengalami krisis pasokan batu bara imbas pemangkasan produksi batu bara pada 2026.
Kuota produksi batu bara 2026 ditetapkan sekitar 600 juta ton, atau berkurang sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.
Baca juga: Produksi PKP2B dan BUMN tak dipangkas, ESDM minta 75 ton batu bara
Pemangkasan tersebut direalisasikan dalam pembatasan kuota produksi batu bara yang ditetapkan oleh pemerintah dalam masing-masing Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan.
Bahlil menyampaikan langkah pemangkasan itu merupakan strategi pemerintah untuk mencari titik seimbang antara pasokan batu bara dengan permintaan batu bara, sehingga terjadi perbaikan harga.
“Jangan kita mengobral murah barang-barang kita. Kaitannya dengan itu, kami melakukan penataan terhadap RKAB dengan memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nasional, termasuk PLN,” ucap Bahlil.
Diwartakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomunikasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengantisipasi kurangnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































