Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang solid di tahun 2025, ditopang oleh pertumbuhan penjualan komoditas emas, serta penguatan bisnis hilirisasi nikel dan bauksit.
Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk Wisnu Danandi Haryanto di Jakarta, Selasa menyampaikan perseroan terus mendorong diversifikasi, integrasi, serta keunggulan operasional guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
“Kita melihat bahwa semakin lama semakin banyak peminat terhadap saham Antam," kata dia.
Dijelaskannya, pihaknya membukukan pendapatan sebesar Rp72 triliun hingga kuartal III 2025, laba bersih perusahaan juga menunjukkan tren positif, seiring dengan penguatan margin dan optimalisasi biaya.
Baca juga: KPK ingatkan Antam hati-hati saat beli hasil tambang rakyat
Dari sisi komoditas, di periode yang sama, emas masih menjadi kontributor utama pendapatan, dengan nilai pendapatan dari komoditas ini mencapai Rp58,7 triliun.
Selain emas, katanya, kinerja bijih nikel dan feronikel turut memberikan kontribusi signifikan. Produksi bijih nikel mencapai 16,1 juta wmt, sementara produksi feronikel tercatat 16,1 ribu ton nikel (TNi).
Untuk bauksit, volume produksi mencapai 2,8 juta wmt yang mencerminkan penguatan lini bisnis alumina dan hilirisasi aluminium.
Wisnu menyampaikan bahwa penguatan kinerja tersebut tidak terlepas dari strategi hilirisasi terintegrasi yang dijalankan perseroan bersama MIND ID sebagai holding industri pertambangan.
Baca juga: Antam prediksi harga emas global terus naik imbas konflik
Dalam pengembangan emas, Antam tengah memperluas kapasitas produksi melalui proyek Gresik Precious Metal Manufacturing Plant di Jawa Timur dengan kapasitas produksi hingga 5 juta keping emas batangan per tahun, dan kapasitas pengolahan sekitar 30 ton emas 99,99 persen.
Di sektor nikel, perusahaan mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik melalui proyek terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup penambangan, pemrosesan, hingga material baterai.
Sementara pada komoditas bauksit, Antam mengembangkan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, bersama Inalum sebagai bagian dari integrasi industri aluminium nasional.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































