Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen mempermudah akses legalitas produk ekspor bagi pengusaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing produk pertanian dan peternakan nasional, serta meningkatkan devisa dan lapangan kerja.
"Insya Allah pemerintah mensupport terutama legalitas. Apa saja yang pengusaha inginkan hubungannya ekspor kita akan dorong," kata Mentan Amran di sela-sela kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa.
Ia memastikan pemerintah akan mendukung penuh seluruh proses perizinan dan regulasi, terutama yang berkaitan dengan legalitas, agar pelaku usaha dapat lebih mudah menembus pasar internasional dan meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Dia juga menyampaikan apa pun yang dibutuhkan pengusaha terkait ekspor akan didorong dan difasilitasi.
Bahkan, Amran mengaku telah menugaskan langsung Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda untuk secara khusus mengawal ekspor ayam, unggas, serta produk turunannya.
"Insya Allah, Pak Dirjen (PKH) kami tugaskan khusus mengawal ekspor ayam, unggas, dan turunannya ke negara-negara lain," tutur Amran.
Amran meyakini langkah tersebut mampu menambah devisa negara, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah dari berbagai produk peternakan yang selama ini dihasilkan dan dikembangkan di dalam negeri.
Ia menambahkan saat ini Indonesia telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas strategis seperti telur, ayam, dan beras, sehingga peluang memperluas pasar melalui ekspor semakin terbuka lebar.
Pemerintah pun mendorong ekspor ke berbagai negara tujuan sebagai strategi memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global sekaligus menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan peternak di tingkat nasional.
Ia menyebutkan saat ini tercatat terdapat 10 negara tujuan ekspor langganan Indonesia di antaranya Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Qatar, Papua Nugini, Myanmar, Brunei Darussalam, Republik Ceko, Singapura, Jepang, hingga Timor Leste.
"Sekarang ada 10 tujuan negara langganan ekspor kita. Hari ini ada tiga negara ya (Singapura, Jepang, dan Timor Leste). Tiga negara tujuan kita akan kirim telur, ayam, atau produk unggas dan turunannya," kata Mentan.
Baca juga: Kadin: ICA-CEPA buka peluang ekspor pertanian RI ke Kanada
Baca juga: Mendag dorong petani perkuat produksi dan masuk pasar ekspor
Baca juga: Mentan: Hilirisasi sektor pertanian dorong pertumbuhan ekspor
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































