Pebulu tangkis AS rasakan kerasnya lawan Indonesia di Superliga Junior

3 months ago 33

Kudus (ANTARA) - Pebulu tangkis U19 asal Amerika Serikat Audrey Chang merasakan langsung kerasnya atmosfer pertandingan melawan atlet Indonesia dalam ajang Polytron Superliga Junior 2025 yang digelar di GOR Djarum Kudus pada 15-21 September 2025.

"Sejauh ini saya cukup baik. Jujur agak takut melawan pemain Asia karena perbedaan pengalaman dan latihan. Tapi saya merasa banyak belajar dan sejauh ini saya selalu menang. Itu sangat menyenangkan,” kata Audrey di Kudus Jawa Tengah, Jumat.

Turnamen bulu tangkis beregu junior ini menghadirkan persaingan ketat dengan format mirip Piala Uber dan Thomas yang diikuti atlet muda dari delapan negara.

Audrey, yang bernaung di Global Badminton Academy (GBA) Amerika Serikat, sukses mencatat empat kemenangan beruntun atas wakil Indonesia dan Malaysia.

Soal perbandingan dengan pemain Asia, Audrey menilai lawan-lawannya dari Indonesia dan kawasan Asia dikenal memiliki daya juang dan stamina yang sangat kuat.

“Pemain Asia itu sangat fighting spirit dan stamina mereka luar biasa dibandingkan pemain Amerika. Di Amerika kami punya skill bagus, tapi stamina kurang. Di sini reli bisa panjang sekali dan biasanya saya yang lebih dulu membuat kesalahan,” ungkapnya.

Baca juga: Thailand incar gelar juara bulu tangkis Superliga Junior 2025 Kudus

Bagi Audrey, ajang Superliga Junior di Kudus ini merupakan turnamen luar negeri keduanya setelah tahun lalu tampil di Kejuaraan Dunia Junior di China.

“Ini pertama kali saya ke Indonesia. Menurut saya ini pengalaman yang sangat bagus karena di AS tidak ada turnamen seperti ini. Formatnya juga mirip Uber Cup, jadi sangat berharga,” ujar Audrey.

Lebih lanjut, Audrey menilai turnamen beregu ini menjadi kesempatan untuk belajar tampil di bawah tekanan.

"Menurut saya turnamen ini membantu saya belajar bagaimana bermain di bawah tekanan, baik dalam tim maupun individu,” kata atlet berusia 17 tahun itu.

Meski berasal dari California yang relatif lebih mengenal bulu tangkis dibanding negara bagian lain, Audrey mengakui olahraga ini masih belum populer di AS.

Perjalanan Audrey di dunia bulu tangkis dimulai sejak kecil, ketika orang tuanya yang berasal dari Taiwan mengenalkan olahraga tersebut. Ibunya yang gemar bermain bulu tangkis kemudian memasukkannya ke akademi hingga akhirnya bertemu dengan pelatih Tony Gunawan dan Eti Gunawan di GBA. Tony dan Eti Gunawan adalah pasangan mantan atlet bulutangkis berprestasi Indonesia yang memutuskan pindah ke California pada 2004.

Baca juga: Filipina dan AS jajal kerasnya persaingan Superliga Junior 2025

Baca juga: 654 pebulu tangkis dari 8 negara beradu di Polytron Superliga Junior

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |