Dealer Honda tentang kebijakan penjualan langsung Afeela

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda yang sedang gencar dalam menggarap proyek kendaraan berbasis baterai mendapat tentangan dari jaringan dealer mereka yang ada di California, Amerika Serikat (AS), terkait penolakan penjualan langsung kendaraan Afeela yang dapat merugikan bisnis mereka.

CarsCoops pada Kamis (15/1) melaporkan bahwa Honda akan mengelola semua penjualan langsung, pengiriman kendaraan, dan servis untuk lini Afeela, dan juga akan berkolaborasi dengan penyedia perbaikan independen untuk mendukung kepemilikan di luar ruang pamer.

Pernyataan tersebut langsung mendapatkan respon negatif dari pengusaha dealer Honda. Hal tersebut terlihat pada bulan Agustus tahun lalu, Asosiasi Dealer Mobil Baru California mengajukan gugatan terhadap Honda dan Sony, dengan alasan strategi penjualan langsung tersebut ilegal menurut Kode Kendaraan California.

Baca juga: Sedan Afeela 1 besutan Sony dan Honda akan hadir pada tahun 2026

Sony Honda Mobility membantah hal tersebut, dengan menyatakan bahwa mereka beroperasi sebagai entitas bisnis yang terpisah, dan oleh karena itu tidak terikat untuk menggunakan infrastruktur dealer Honda yang sudah ada.

“Meskipun kami memahami bahwa tujuannya mungkin untuk menargetkan segmen pelanggan yang berbeda, yaitu pelanggan yang melek teknologi, kami tidak melihat alasan yang kuat untuk mengabaikan jaringan dealer yang sudah mapan yang telah mendukung merek ini selama beberapa dekade,” kata Bill Feinstein, ketua Dewan Penasihat Dealer Honda, kepada Auto News.

Terlepas dari penolakan yang ada, Sony Honda Mobility tidak gentar. Pada ajang CES pekan lalu di Las Vegas, perusahaan patungan ini meluncurkan prototipe model terbarunya, sebuah SUV serba listrik yang memiliki banyak kesamaan desain dengan sedan. Perusahaan mengatakan model baru ini dapat memasuki pasar AS paling cepat pada tahun 2028.

Baca juga: Honda perkenalkan camper van baru

Baca juga: Honda ganti logo 'H' klasiknya

Pewarta:
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |