Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebutkan kesehatan fisik dan mental merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda.
Saat membuka Career Day Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (13/1), ia menuturkan jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat, mengutip pepatah Romawi kuno "Mens sana in corpore sano".
“Narkoba merusak kesehatan, baik fisik maupun mental, sekaligus menghancurkan masa depan,” ucap Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dengan demikian, dia menekankan karier tanpa batas harus diawali dengan hidup sehat tanpa narkoba.
Menyinggung kembali adanya peluang besar Indonesia meraih Indonesia Emas melalui fenomena bonus demografi, Kepala BNN RI menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam membentengi diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Menurut dia, bonus demografi akan menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan baik, salah satunya dengan memastikan generasi muda menjauhi narkoba.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan berbagai tantangan pemberantasan narkoba yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital yang membuat jaringan narkotika kian canggih, tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, tekanan ekonomi, hingga kemudahan akses informasi digital yang belum diimbangi literasi digital yang memadai.
Dirinya pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan, orang tua, dan peserta didik, untuk aktif dalam upaya pencegahan narkoba sejak dini serta berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Setiap pilihan hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba,” tutur dia.
Adapun Career Day MGBK DKI Jakarta tersebut diikuti ribuan pelajar SMP dan SMA se-DKI Jakarta.
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































