Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi meminta masyarakat Indonesia untuk menantikan manfaat yang nyata dari hadirnya Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang baru diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (24/2).
Hasan yang ditemui di Jakarta Barat, Rabu, menyatakan hal itu merespons adanya tanggapan warganet di Indonesia yang menyangsikan badan pengelolaan investasi tersebut bisa berjalan dengan optimal.
"Tunggu saja waktunya, karena di Indonesia sendiri sebenarnya legitimasi Danantara ini mendapatkan legitimasi yang full ketika peluncuran kemarin," kata Hasan kepada wartawan.
Legitimasi penuh dari masyarakat Indonesia dan dimiliki Danantara, menurut Hasan, ditunjukkan dengan hadirnya tokoh-tokoh penting negara, perwakilan dewan rakyat, hingga pelaku usaha dan industri.
Tokoh-tokoh penting yang dimaksud di antaranya adalah para pemimpin negara terdahulu baik level presiden dan wakil presiden, lalu para petinggi partai politik.
Dalam hal wakil rakyat, dukungan terhadap Danantara juga diperlihatkan dengan hadirnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani serta para pelaku usaha yang tentunya erat dengan kegiatan ekonomi di Indonesia.
"Hadir semua tanpa kecuali itu artinya dari sisi legitimasi Danantara itu mendapatkan kepercayaan dan legitimasi yang full dari seluruh stakeholder yang ada di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan meminta masyarakat Indonesia untuk bersabar melihat progres dan perkembangan Danantara karena program ini baru diresmikan dua hari yang lalu.
Sehingga apabila ada anggapan negatif terhadap Badan Pengelolaan Investasi terbaru di Indonesia ini maka dirasakan kurang tepat karena sebenarnya program ini saja baru dijalankan.
Ia menyatakan pemerintah memastikan bahwa Danantara justru menjadi solusi yang tepat dalam pengelolaan kekayaan Indonesia karena pada praktiknya selama saat pengelolaan kekayaan, baik itu SDM maupun investasi, dilakukan terpisah-pisah hasil belum optimal.
Maka dari itu, ia berharap masyarakat bisa menantikan progres dari Danantara dan baiknya memberikan dukungan agar program ini dapat memberikan kemakmuran bagi masyarakat.
"Kalau ada suara negatif, saya justru bertanya balik, kok kenapa kita mengkonsolidasikan kekuatan untuk membangun bangsa kok ada suara negatif, harusnya ini di dukung oleh seluruh komponen bangsa Indonesia gitu ya," kata Hasan.
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025