Bekasi (ANTARA) - Ketua Umum PB PERCASI Utut Adianto mengatakan pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) catur tetap berjalan semestinya meski juga terdampak efisiensi.
Utut menjelaskan bahwa semua sektor memang kini tengah terdampak efisiensi tak terkecuali di sektor olahraga khususnya catur.
Ya jalan lah. Kalau ditanya enggak berpengaruh, ya pasti berpengaruh. Tapi kan memang saatnya begini, mau dibilang apa, Kan semua sektor juga terkena," kata Utut Adianto kepada ANTARA, Rabu.
Baca juga: PB PERCASI buka museum olahraga catur pertama di Indonesia
Utut mengatakan bahwa efisiensi harus dilihat dari segi positifnya untuk bisa melakukan penganggaran yang jauh lebih baik dan bijak ke depannya.
Utut menilai bahwa konsep efisiensi itu mengenai hal-hal yang terkait dengan pendanaan yang bisa dikelola dengan tepat tanpa mengurangi fungsi yang sebelumnya.
"Pertama kalau kita cerita gini-gini, kita harus tahu konsepnya apa. Namanya efisiensi itu kan hal-hal yang bisa diefisensikan (dioptimalkan, red). Kalau yang ATK (alat tulis kantor), saya setuju. Tapi kalau yang berkaitan dengan fungsi, itu yang harus kita hindari," ujar Utut.
Baca juga: Yoseph T. Taher dan Satria Duta naik norma di Indonesia GM Tournament
PB Percasi memastikan akan tetap melanjutkan pelatnas untuk mempersiapkan atlet menuju sejumlah turnamen internasional maupun SEA Games 2025 yang akan berlangsung pada akhir tahun.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menegaskan penghentian sementara pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejumlah cabang olahraga bukan disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran, melainkan bagian dari evaluasi tahunan.
Dito mengatakan bahwa pemberhentian program pelatnas di sejumlah cabang bukanlah terkait dengan efisiensi yang sedang diberlakukan pemerintah.
Ke depannya, Dito mengungkapkan nantinya akan ada penyesuaian prioritas dalam program pelatnas yang berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.
Baca juga: Satria Duta raih IM usai menangi babak sepuluh Indonesia GM Tournament
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025